Share

KTT G20, Omzet Sewa Mobil di Bali Naik 3 Kali Lipat

I Gusti Bagus Alit Sidi, iNews · Rabu 16 November 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 455 2708535 ktt-g20-omzet-sewa-mobil-di-bali-naik-3-kali-lipat-BZhkRZK3dR.jpg Bisnis sewa mobil (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sektor perekonomian di Bali melonjak signifikan pada perhelatan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sejumlah sektor di Bali kembali menggeliat mulai dari sektor jasa, transportasi, UMKM, hingga pariwisata. Penyedia jasa rental kendaraan rata-rata mengalami kenaikan omzet tiga kali lipat, sedangkan warga yang menyediakan jasa membuat beragam aksesoris seperti penjor mampu meraup penghasilan Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000.

Penyelenggaraan puncak KTT G20 membawa berkah tersendiri secara ekonomi bagi masyarakat Bali.

Salah satu sektor usaha yang menikmati dampak positif penyelenggaraan KTT G20 adalah usaha rental atau penyewaan kendaraan.

Pelaku usaha penyedia jasa penyewaan mobil di kota Denpasar, Muhammad Rio Farza menyebut kenaikan penyewaan kendaraan sudah berlangsung sejak Indonesia resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Presidensi G20 pada Desember tahun lalu.

Namun, peningkatan yang cukup signifikan terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Khusus untuk puncak KTT G20, pemesanan kendaraan sudah dilakukan sejak satu bulan lalu.

Akibat lonjakan permintaan yang meningkat hingga 3 kali lipat, maka ratusan mobil terpaksa didatangkan dari sejumlah kota besar di pulau Jawa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, harga sewa juga naik hingga 30% dengan kisaran harga sewa di atas Rp1.000.000 per hari untuk setiap unit mobilnya.

Selain melayani permintaan kendaraan untuk berbagai gelaran main event maupun side event KTT G20, dirinya juga melayani permintaan kendaraan dari sejumlah delegasi asing, salah satunya delegasi China.

Selain berdampak pada usaha penyewaan mobil, penyelenggaraan KTT G20 juga dirasakan masyarakat di sekitar kawasan Nusa Dua yang menawarkan jasa membuat aksesoris seperti penjor dan berbagai aksesoris lainnya.

Setiap pekerja bahkan bisa mengantongi pendapatan Rp2.000.000 sampai Rp3.000.000 per orang selama pembuatan berbagai aksesoris yang dipesan panitia KTT G20.

Masyarakat Bali berharap, pelaksanaan KTT G20 maupun event-event internasional lainnya mampu berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi Bali yang selama dua tahun terpuruk sebagai dampak pandemi.

Hadirnya para kepala negara dan ribuan delegasi sekaligus menjadi ajang promosi untuk kembali menggeliatkan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan perekonomian masyarakat Bali.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini