Share

Luar Biasa! Industri Kuliner Bisa Kantongi Rp31,2 Triliun hingga 2024

Khairunnisa, Okezone · Sabtu 19 November 2022 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 455 2710780 luar-biasa-industri-kuliner-bisa-kantongi-rp31-2-triliun-hingga-2024-fzJUnzsPW8.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA - Industri kuliner menjadi salah satu tumpuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Hal itu karena diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menilai, uang yang bisa dihasilkan dari sektor kuliner bisa mencapai USD2 miliar atau setara Rp31,2 triliun hingga 2024. (Kurs: Rp15.633).

"Pengembangan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner menjadi salah satu bidang yang dilirik oleh Kemenparekraf untuk menumbuhkan ekonomi pasca pandemi," ujarnya dikutip Sabtu (19/11/2022).

Β BACA JUGA:KTT G20, Ini 6 Kuliner Khas Bali dengan Cita Rasa Unik

Menparekraf menyebutkan, pihaknya memiliki program yang bertujuan untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi gastronomi dunia, yaitu Indonesia spice up the word (ISUTW).

Di mana ini adalah program strategis nasional pemerintah dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi di bidang pariwisata, perdagangan dan investasi melalui industri gastronomi.

Dia menyampaikan hal tersebut pada sebuah pertemuan beberapa waktu lalu di sebuah restoran di wilayah Jimbaran, Nusa Dua.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Program ISUTW saat ini dikordinasikan oleh Kementerian koordinator bidang kemaritiman dan investasi telah digodok sejak Juni 2022 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan daru unsur akdemisi, bisnis, komunitas, asosiasi, pemerintah dan media," jelasnya.

Ini merupakan salah satu upaya perluasan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia di mancanegara. Program ini dilakukan jangka panjang yaitu sejak 2021 hingga 2024.

Selain itu, dia juga mengungkapkan KTT G20 memberikan multiplier effect di industri pariwisata mulai dari hulu ke hilir. Dari transportasi darat, laut, udara, biro perjalanan, perhotelan, sampai restoran semuanya terdampak positif.

Sehingga hal ini pun mendorong pada terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru yang berkualitas.

Menparekraf optimis devisa sektor pariwisata bisa mencapai target USD1,7 miliar atau setara dengan Rp26,35 triliun.

"Tidak hanya dilihat dari penyelenggaraan KTT G20, tapi juga berbagai perhelatan internasional lainnya di Indonesia," katanya.

Seorang Chief asal Kanada, Kevin menilai masakan Indonesia sangat luar biasa dan kaya rasa.

Terutama rempah-rempahnya telah diakui dunia sejak berabad-abad. Namun masalahnya, masih cukup sulit untuk menemukan tempat menjual rempah atau tempat khusus yang menjual makan Indonesia di luar negeri.

Terakhir, Sandiaga berharap, momentum G20 yang juga dilaksanakan di berbagai daerah Indonesia di berbagai daerah Indonesia mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan mancanegera untuk kembali berwisata ke Indonesia.

Indonesia menjadi pusat perhatian dunia di mana selama kegiatan puncak KTT G20 ribuan jurnalis dari berbagai negara hadir dan secara simultan menyampaikan informasi tentang pulau dewata termasuk kulinernya.

Tidak hanya kegiatan Presiden, tapi juga keindahan alam serta ragam kekayaan budaya yang memiliki Indonesia, seperti tari tradisional, kerajinan tangan, serta yang juga slalu jadi unggulan pariwisata Indonesia adalah keramah tamahan.

β€œIni menjadi sarana promosi agar kita dapat memenuhi terget 3,6 juta (Kunjungan Wisman) dengan total devisa batas atas USD1,7 miliar,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini