Share

Pohon Duku Kumpeh Terancam Punah, Ratusan Petani Rugi Puluhan Juta

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 20 November 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 20 320 2711107 pohon-duku-kumpeh-terancam-punah-ratusan-petani-rugi-puluhan-juta-JXOihKo89f.jpg Petani Duku Kumpeh (Foto: MPI)

JAMBI - Jambi akan tidak memiliki lagi buah terkenal yang dinikmati banyak orang, yakni Duku Kumpeh. Hal itu dikarenakan, ribuan pohon duku yang rasanya manis di Kabupaten Muarojambi, Jambi bakal terancam punah ranah.

Betapa tidak, pohon-pohon yang tumbuh sejak puluhan tahun silam mati mendadak. Diduga, terserang penyakit yang disebabkan adanya virus.

Akibat kejadian itu, warga yang memiliki pohon duku yang sudah mengering serta tidak memiliki daun lagi tersebut terpaksa ditebang pemiliknya.

Abdullah, warga Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi mengaku sengaja menebang puluhan pohon duku miliknya lantaran khawatir menular ke pohon duku lainnya ataupun ke pohon duku milik tetangga di sebelah lahannya.

"Pohonnya mengering dan mati. Sedangkan kulit pohonnya mengelupas. Jadi terpaksa kita tebang untuk dijadikan kayu bakar," ujarnya, Minggu (20/11/2022).

Diakuinya, sudah sejak setahun ini pohon duku tersebut mengalami kerusakan hingga menyebabkan kematian. Meski, warga berupaya mencari cara agar penyakit pohon duku bisa teratasi, namun masih belum mendapatkan formula khususnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan kejadian ini, warga terus mengalami kerugian. "Sejak setahun ini, pendapatan dari buah duku kami terus menurun drastis. Kalau dulu bisa untung satu kebun bisa mencapai Rp25 juta, saat ini tidak bisa diharapkan lagi," tegas Abdullah.

Dia menambahkan, dari ratusan hektar kebun duku milik warga, rata-rata pemilik kebon duku mengalami pohon dukunya ada yang mati.

Sedangkan Sulasiah menambahkan, hingga saat ini belum ada pihak pemerintah meninjau atau untuk mencari penyebab ribuan pohon duku mati mendadak.

"Rata-rata cirinya pohon mengering dari bawah sampai atas. Selanjutnya, kulit pohonnya seperti tercakar," imbuhnya.

Kini keduanya dan ratusan warga di sentra Duku Kumpeh ini berharap ada solusi terbaik dari pihak terkait agar bisa menikmati rasa manisnya duku Kumpeh yang tiada duanya manisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini