Share

Dulu Office Boy, Pria Ini Jadi Raja Sawit hingga Pemilik Hotel Shangri-La Berharta Rp158,1 Triliun

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 21 November 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 455 2711528 dulu-office-boy-pria-ini-jadi-raja-sawit-hingga-pemilik-hotel-shangri-la-berharta-rp158-1-triliun-BLVRWwNAYd.jpg Orang Kaya Robert Kuok (Foto: Okezone)

JAKARTA - Robert Kuok mantan office boy (OB) kini jadi orang terkaya dunia dengan harta USD10,2 Miliar atau sekitar Rp158,1 triliun (kurs Rp15.500 per USD). Bahkan dia adalah pemilik hotel bintang mewah yakni Hotel Shangri-La.

Dikutip dalam data Forbes real time net worth. Robert Kuok merupakan orang terkaya di Malaysia. Sebelum jadi miliarder saat ini, pria 97 tahun nyatanya pernah bekerja sebagai office boy.

Kuok saat ini tinggal di Hong Kong. Robert Kuok tak tergoyahkan meski ekonomi Malaysia mengalami kontraksi pada 2020. Bahkan Robert Kuok bergelar orang terkaya tertua di Malaysia.

Robert Kuok merupakan seorang pengusaha Malaysia keturunan Tionghoa, yang lahir di Johor Bahru, Johor pada 6 Oktober 1923. Pemiliki Kuok Group ini adalah putra seorang pedagang komoditas yang bermigrasi ke Malaysia pada awal abad ke-20.

Saat ini, Kuok memiliki banyak perusahaan di seluruh Malaysia dan investasi di berbagai negara, seperti Australia, Fiji, Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan China. Dia juga memiliki Beijing World Trade Centre.

Dikutip dari Brainpick, Kuok terjun ke beragam bisnis, mulai bidang penyulingan gula, perkebunan teh, minyak, pertambangan, keuangan, perdagangan, properti, pengangkutan, dan penerbitan. Dia memiliki Transmile Group dan saham di Malaysia International Shipping Corporation.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kuok menyelesaikan pendidikannya di Raffles Institution di Singapura. Setelah itu, dia memulai kariernya sebagai pedagang gula, tepung terigu, dan beras. Namun Kuok mengklaim, pekerjaan pertama yang digelutinya adalah sebagai office boy.

Antara 1942-1945, dia bekerja di usaha perdagangan beras yang dikuasai Jepang, Mitsubishi Shoji Kaisha. Namun setelah Jepang mundur, Kuok mengambil kesempatan memulai perusahaan berasnya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini