Share

Pak Bas Minta Pengembang Jalan dan Jembatan Waspadai Bencana saat Musim Hujan

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 470 2713054 pak-bas-minta-pengembang-jalan-dan-jembatan-waspadai-bencana-saat-musim-hujan-FCfoc4HvBd.jpg Menteri Basuki (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta kepada para pengembang jalan dan jembatan untuk selalu aware dengan bencana air terlebih ketika masuknya musim penghujan.

"Seminar ini mengingatkan para pengembang jalan dan jembatan untuk selalu aware dengan water-related disaster. Terutama karena musim hujan sekarang durasinya lebih pendek tapi intensitasnya lebih besar karena perubahan iklim," kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (23/11/2022).

Diungkap Menteri Basuki, sekarang pembangunan infrastruktur berfokus pada 3 hal yaitu kualitas, keberlanjutan lingkungan, dan estetika.

"Dalam pembangunan jalan dan jembatan juga mengacu pada 3 hal itu, terutama drainasenya. Karena musuh utama pembangunan jalan itu hanya air, air, dan air. Makanya road engineer juga harus menguasai ilmu hidrologi," sambungnya.

Pada sisi struktural pembangunan jalan, Kementerian PUPR berkonsentrasi pada empat strategi utama yaitu berfokus pada pengembangan dan rehabilitasi sistem drainase dan pengelolaan banjir dengan kapasitas jalan yang lebih tinggi.

Selanjutnya memperkuat kemantapan lereng dan menerapkan perlindungan lereng untuk mencegah keruntuhan lereng pada jaringan jalan, membangun perkerasan jalan yang lebih tahan lama untuk menghadapi musim hujan yang lebih lama, serta melindungi jembatan dan jalan dari kerusakan gerusan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrim.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara pada sisi non-struktural, Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus memanfaatkan transformasi digital untuk proyek konstruksi yang lebih efisien dan cerdas.

"Kami menerapkan penggunaan Building Information System (BIM) di proyek-proyek jalan tol kami, seperti di Tol Semarang Demak. Pemanfaatan data meteorologi dari BMKG juga menjadi dasar dalam merespon risiko bencana terkait hidrometeorologi pada infrastruktur jalan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini