Share

Waspada Penipuan Pinjol! Perhatikan 5 Hal Berikut

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Rabu 23 November 2022 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 622 2713495 waspada-penipuan-pinjol-perhatikan-5-hal-berikut-GQ34EBBKxi.jpg Waspada Penipuan Pinjaman Online

JAKARTA - Perhatikan lima hal berikut agar terhindar dari penipuan pinjaman online (pinjol) yang kini tengah marak. Meski angka literasi keuangan di Indonesia meningkat tidak memperkecil kasus penipuan pinjaman online terutama bagi mereka yang berada di daerah pedesaan.

Masih banyak yang belum sepenuhnya tersentuh akan edukasi terkait akses transaksi keuangan saat mereka melakukan pinjaman online melalui sejumlah platform pinjaman yang ada di Indonesia.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing telah menghimbau masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk modus baru yang dilakukan oleh pelaku penipuan.

Modus ini biasanya datang dari pihak-pihak yang tidak memiliki identitas valid dan menawarkan proses pengajuan pinjaman yang terlalu mudah dan tanpa syarat.

 

Baca Juga: 5 Tips agar Tidak Terkena Jebakan Pinjol Ilegal

Tidak hanya itu, masyarakat akan tertipu dengan sistem pembayaran menggunakan rekening pribadi yang tidak mengatasnamakan instansi keuangan

“Edukasi terkait hal inilah yang perlu di edukasi lebih banyak lagi oleh instansi kepada para nasabah. Tidak hanya itu, saat ini Kominfo juga telah mengajak seluruh pihak untuk bersama meningkatkan angka literasi digital agar masyarakat lebih memahami jenis-jenis penipuan online, terutama saat melakukan pengajuan pinjaman online.” kata Department Head Retail Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank Hardiansyah Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Berikut hal-hal yang dapat dipahami terkait akses pinjaman online yang nasabah perlu tahu sebelum mengakses pinjaman tersebut, di antaranya:

1. Saat mengajukan pinjaman online, masyarakat harus memahami betul produk keuangan yang ditawarkan oleh Bank/ instansi keuangan tersebut.

2. Pastikan saat mengajukan pinjaman, nasabah juga telah memeriksa tahapan dan detail pembayaran, seperti nomor rekening dan waktu pembayaran dari pihak Bank/ instansi tersebut.

 

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

3. Waspada jika ada pihak yang meminta kode OTP melalui email, aplikasi chat, telepon maupun SMS dari nomor yang tidak dikenal ataupun mengatasnamakan pihak Bank/ instansi.

4. Jangan percaya akan informasi yang tidak benar dari pihak yang tidak dikenal terkait tahap pinjaman ataupun pembayaran, nasabah dapat langsung menghubungi call center resmi yang tertera pada halaman website resmi jika mendapati informasi yang tidak sesuai.

5. Pastikan selalu menyimpan bukti transaksi pembayaran yang telah dilakukan.

Saat ini, OK Bank memiliki agent-agent pinjaman yang dapat membantu dan mengedukasi para nasabah saat periode pengajuan pinjaman.

"Di sini kami bekali mereka dengan beberapa informasi terkait ketentuan pinjaman dan hal-hal yang dapat dipahami oleh mereka yang baru pertama kali melakukan pinjaman,” kata Hardiansyah.

Menurutnya, hal seperti inilah yang memerlukan lebih banyak agent-agent resmi dari instansi terkait, untuk dapat memastikan setiap informasi yang didapatkan oleh masyarakat, sudah sesuai dengan ketentuan dari instansi tersebut.

"Kami juga menghimbau nasabah untuk selalu menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial yang telah di verifikasi sebagai media komunikasi yang mudah dijangkau dan diakses oleh masyarakat luas,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini