Share

Perdana Gapuraprima (GPRA) Raup Laba Rp65,70 Miliar, Naik 47% di Kuartal III-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 278 2713966 perdana-gapuraprima-gpra-raup-laba-rp65-70-miliar-naik-47-di-kuartal-iii-2022-cg2w6fJpAC.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III 2022.

Emiten properti ini mengantongi laba Rp65,70 miliar, naik 47,46% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,55 miliar.

Sementara itu, penjualan bersih pengelola perumahan Spring Garden ini tercatat turun 1,83% menjadi Rp277,71 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp282,89 miliar.

 BACA JUGA:Laba Bersih Sekar Bumi (SKBM) Meroket 2.290% Jadi Rp50,7 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan perseroan didominasi oleh segmen rumah dan ruko yang berkontribusi sebesar Rp194,42 miliar.

Kemudian, penjualan apartemen dan kantor tercatat sebesar Rp26,44 miliar, segmen apartemen service mencatatkan pendapatan sebesar Rp49,46 miliar, pendapatan segmen pusat perbelanjaan tercatat sebesar Rp3 miliar, dan pendapatan sewa sebesar Rp4,37 miliar.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan GPRA turun menjadi Rp90,48 miliar, dari sebelumnya Rp121,55 miliar. 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan, beban penjualan naik menjadi Rp13,73 miliar, serta beban umum dan administrasi naik menjadi Rp90,20 miliar.

Hingga akhir September 2022, total nilai aset GPRA naik tipis 0,36% menjadi Rp1,76 triliun, dibandingkan akhir Desember 2021. Liabilitas tercatat sebesar Rp594,94 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,17 miliar.

Tahun ini, GPRA membidik pertumbuhan sebesar 10% hingga 15%, adapun yang menjadi pendorong utama pertumbuhan perseroan yakni, segmen residensial dan properti komersial.

Produk residensial mencakup perumahan tapak dan kavling, sedangkan properti komersial mencakup apartemen, serta residence dan pusat perbelanjaan.

Perseroan juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan kluster baru, mulai dari infrastruktur, perumahan, hingga kebutuhan perizinan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini