Share

Beli Produk UMKM, PLN Belanjakan Rp8,4 Triliun

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2713943 beli-produk-umkm-pln-belanjakan-rp8-4-triliun-eQ8UIOU6GV.jfif PLN Belanja Produk UMKM. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT PLN (Persero) menghabiskan anggaran Rp8,4 triliun untuk membeli produk UMKM. Realisasi itu tercatat hingga November 2022.

Berdasarkan studi internal PLN, setidaknya 5% belanja modal PLN terserap untuk UMKM secara langsung dan tidak langsung. Ada 4.356 UMKM dari berbagai sektor di bawah pabrikan yang terlibat dan berkontribusi dalam rantai pasok PLN.

“Harapannya, bagaimana pemerataan ekonomi nasional terjadi. Anggaran belanja kami terserap untuk pengusaha skala kecil, dan alhamdulillah kontribusinya hampir mencapai 5%,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: PLN Habiskan Rp200 Triliun untuk Belanja Produk Lokal

Per November 2022, PLN juga membeli produk dalam negeri (PDN) sebesar Rp201 triliun, dari total belanja sebesar Rp288,4 triliun.

Darmawan menjelaskan, langkah ini sebagai wujud komitmen perusahaan mendorong penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Tingkat TKDN ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, di mana pada 2019 sebesar 36,8% (Rp34,1 triliun), tahun 2020 sebesar 40,1 persen (Rp18,9 triliun) dan tahun lalu sebesar 48,8% (Rp38,9 triliun).

Baca Juga: Mendag Ajak Masyarakat Nikmati Ragam Kuliner Nusantara, Kenapa Harus Mi Vietnam?

Darmawan memastikan, kontribusi belanja modal PLN digunakan untuk belanja produk dalam negeri sebesar 84%, yang melibatkan kurang lebih 9.000 vendor.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan keterlibatan perusahaan nasional (jasa kontraktor dan manufaktur) pada proyek pembangkit dan teknologi baru. Kami juga mendorong industri dalam negeri bisa berkolaborasi dengan teknologi luar negeri,” jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Darmawan pun mengungkapkan sejumlah tantangan dalam implementasi TKDN, diantaranya peningkatan kapasitas industri nasional, harmonisasi regulasi TKDN, mekanisme yang jelas secara Good Corporate Governance (GCG), dan lainnya.

"Kami sudah menyusun readme dimana kami menargetkan TKDN bisa mencapai 50% pada 2024 mendatang. Harapannya UMKM dapat memaksimalkan peran dalam rantai pasok internal pabrikan, sehingga kolaborasi ini akan memperkuat perekonomian Indonesia," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini