Share

Perusahaan Thailand Bayar Ganti Rugi Rp2 Triliun Kasus Tumpahan Minyak Montara, Luhut: Jangan Sampai Uangnya Hilang

Heri Purnomo, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2714062 perusahaan-thailand-bayar-ganti-rugi-rp2-triliun-kasus-tumpahan-minyak-montara-luhut-jangan-sampai-uangnya-hilang-g6Ki0CE7L4.png Menko Luhut soal Kasus Tumpahan Minyak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan PTT Exploration and Production (PTTEP) menyetujui proses ganti rugi kasus tumpahan minyak Montara.

Luhut mengatakan PTTEP akan memberikan pembayaran dari tuntutan pengadilan senilai AUD192,5 juta atau setara Rp2 triliun.

"Kemaren sudah ada dari Thailand ini sudah memberikan pembayaran dari tuntutan pengadilan yaitu mereka akan membayar AUD129,5 juta atau USD129 juta," kata Luhut saat Konferensi Pers di gedung Kemenko Marves, Kamis (24/11/2022).

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Amati Rencana G7 Batasi Rusia

Luhut mengatakan, pembayaran tersebut hanya untuk pembayaran dari kesalahan mereka yang berdampak langsung kepada para petani rumput laut dan nelayan yang terkena tumpaha minyak tersebut.

"Ini hanya full and finace action, bukan dari kerugian akibat kerusakan lingkungan," katanya.

Luhut mengatakan, dari pembayaran tersebut harus diberikan ke nelayan dan petani yang terkena dampaknya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu Luhut meminta untuk dibuatkan sebuah koperasi yang dapat mengelola keuangan tersebut.

"Angka AUD192,5 juta dikelola dengan benar dan di transfer ke account masing-masing. Saya juga usul dibuatakn koperasi buat nelayan dan dikelola secara profesional dan jangan sampai uanganya hilang," katanya.

Sebelumnya, insiden yang terjadi pada 2009 bermula dari tumpahan minyak yang bersumber dari PTTEP telah menyebabkan kerugian secara material dan kematian. Selain itu banyak para petani rumput laut dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian di kawasan Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tumpahan minyak ini, menyebabkan 90.000 kilometer persegi telah mencemari Laut Timor yang bersumber dari lapangan Montara.

Setidaknya 85 % tumpahan minyak ini terbawa oleh angin dan gelombang laut ke perairan Indonesia.

Menurut penelitian dari USAID-Perikanan-Lingkungan Hidup dan Pemerintah NTT pada 2011, menemukan paling tidak ada 64.000 hektare terumbu karang rusak atau sekitar 60 persen terumbu karang di perairan Laut Sawu hancur.

Ikan-ikan dasar laut dan udang banyak yang mati.

Selain itu, tidak sedikit ikan hiu dan paus mati di perairan Laut Sawu.

Kematian ikan kakap dan sardin menyebabkan berkurangnya tangkapan nelayan, sehingga menimbulkan kenaikan harga ikan di Kota Kupang naik.

Berbagai penyakit juga timbul di masyarakat, seperti gatel-gatel, borok dan lain-lain.

Kematian juga menjadi masalah pada kasus ini termasuk sejumlah saksi penting kasus Montara ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini