Share

Eddy Sugianto, Orang Kaya Baru RI Berharta Rp18,8 Triliun

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Jum'at 25 November 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2714229 eddy-sugianto-orang-kaya-baru-ri-berharta-rp18-8-triliun-tsB865n7tL.jpg Orang kaya baru (Foto: Shutterstock)

 JAKARTA – Gelar orang terkaya baru di Indonesia saat ini resmi disandang Eddy Sugianto. Harga saham perusahaan batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir menjadi Rp7.125 pada hari Rabu. Sehingga Eddy mendapat gelar tersebut.

Hal itu menjadikan Eddy menduduki posisi miliarder terbaru di Indonesia dengan kekayaan bersih USD1,2 miliar atau setara Rp18,8 triliun dengan kurs Rp15.743/USD.

Adapun keluarga Eddy memiliki sekitar 70% perusahaan secara langsung dan tidak langsung melalui perusahaan induk Edika Agung Mandiri dan Prima Andalan Utama. Eddy pun sudah menjabat sebagai komisaris utama Prima Andalan Mandiri sejak tahun 2005.

Dia merupakan lulusan dari Tjheng Qiang Chinese School pada tahun 1963. Sebagai informasi, Prima Andalan Mandiri didirikan pada tahun 2005 oleh Edika Agung Mandiri dan Prima Andalan Utama.

Pada tahun 2011 mengakuisisi penambang batu bara Mandiri Intiperkasa, kontraktor batu bara Mandala Karya Prima dan perusahaan pelayaran batubara Maritim Prima Mandiri. Perusahaan memperoleh kontrak batubara pada tahun 1994 untuk area seluas 50.000 hektar di Kalimantan Utara, salah satu pusat batu bara Indonesia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Mandiri Intiperkasa mulai berproduksi pada tahun 2004 dan sejak itu menjual batubara dengan merek Mandiri Coal. Prima Andalan Mandiri adalah salah satu perusahaan batu bara di Indonesia, pengekspor batu bara termal terbesar di dunia, yang diuntungkan dengan melonjaknya harga batu bara.

Benchmark batu bara termal Newcastle Australia untuk Desember 2022 melonjak 181% menjadi USD330 per ton pada hari Selasa dari USD117,55 per ton pada tahun lalu. Harganya mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD442,8 per ton pada 21 September.

Akibat lonjakan harga tersebut, Prima Andalan Mandiri membukukan pendapatan sebesar USD746,5 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, hampir dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersihnya mencapai USD256,2 juta, naik dari USD129,1 juta.

Pasokan yang terbatas karena musim hujan di Australia, permintaan yang kuat dari India dan krisis energi di Eropa telah mendorong harga batubara secara global tahun ini.

Baca selengkapnya: Kenalan dengan Orang Kaya Baru RI, Eddy Sugianto Pengusaha Batu Bara Berharta Rp18,8 Triliun

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini