Share

Victoria Investama (VICO) Bakal Rights Issue 9,96 Miliar Saham

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 278 2714844 victoria-investama-vico-bakal-rights-issue-9-96-miliar-saham-sIfZX5cfmp.jpg VICO bakal rights issue (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Victoria Investama Tbk (VICO) bakal menerbitkan rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan akan menerbitkan sebanyak 9,96 miliar saham atau setara 49,75% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/11/2022), perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp180 per saham. Dengan demikian, VICO mengincar dana sebesar Rp1,79 triliun.

Setiap pemegang 100 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 5 Desember 2022, berhak atas 99 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru.

“HMETD diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 5 hari kerja, mulai 7 Desember 2022 hingga 13 Desember 2022,” demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Jumat (25/11/2022).

Sementara itu, PT Gratamulia Pratama (GMP) selaku pengendali perseroan, menyatakan akan melaksanakan sebagian HMETD yang akan dimilikinya yaitu sebesar 2,07 miliar lembar. Selanjutnya, Chemical Asia Corporation PTE LTD (CAC) selaku pemegang saham perseroan, menegaskan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya yaitu sebesar 867,29 juta lembar.

Lalu, Suzanna Tanojo selaku Ultimate Beneficial Owner perseroan, menegaskan akan melaksanakan sebagian HMETD yang dimilikinya yaitu sebesar 805,55 juta lembar saham.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue ini, akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham sebesar 49,75%,” lanjut prospektus.

Sekitar 12,30% atau sebesar Rp220 miliar dari dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengambil bagian sesuai dengan porsinya atas saham-saham yang akan dikeluarkan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), dalam rencana rights issue BVIC pada kuartal IV tahun 2022 dalam rangka memenuhi ketentuan modal inti minimum bank sebesar Rp3 triliun.

Kemudian, sebesar 8,10% atau sekitar Rp145 miliar akan digunakan untuk melakukan pengambilalihan terhadap senilai Rp288 miliar atau sebanyak 288 juta saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS) yang dimiliki oleh BVIC. Sedangkan, sebagian sisa dana lainnya digunakan untuk melengkapi nilai dana pengambilalihan BVIS, yaitu sekitar Rp143 miliar akan menggunakan dana kas operasional perseroan.

Lalu, sebesar 33,51% atau sekitar Rp600 miliar akan digunakan untuk mengambil bagian atas saham-saham yang akan dikeluarkan BVIS dalam rencana penambahan modal BVIS, untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum bank sebesar Rp1 triliun.

Sisanya akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja untuk menunjang kegiatan operasional perseroan, namun tidak terbatas untuk biaya gaji, tunjangan karyawan maupun biaya operasional kantor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini