Share

Heboh Kabar Oknum Pegawai Bandara Halu Oleo Diduga Peras Penumpang, Begini Kata Kemenhub

Heri Purnomo, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 320 2714559 heboh-kabar-oknum-pegawai-bandara-halu-oleo-diduga-peras-penumpang-begini-kata-kemenhub-6n9EiQsmnP.JPG Ilustrasi pemerasan. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Oknum petugas Bandara Halu Oleo diduga melakukan pemerasan uang sebesar Rp200 ribu terhadap seroang penumpang.

Aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh oknum tersebut dikarenakan penumpang yang akan berangkat belum memenuhi syarat perjalanan ataun belum vaksin ke-3.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Keamanan Penerbangan buka suara atas kabar itu.

 BACA JUGA:Kapolsek Palmerah Minta Maaf Usai Viral Perlakuan Rasis Oknum Polisi

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Mokhammaf Khusnu mengatakan bahwa penumpang yang diduga menjadi korban pemerasaan tersebut bernama Riyan Iryawan.

Khusnu menyebut Riyan tidak dapat melakukan penerbangan dari Bandar Udara Halu Oleo, Kendari menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makasar pada Senin (22/11/2022) karena belum melakukan vaksin booster.

"Penumpang tersebut gagal terbang akibat tidak memenuhi syarat penerbangan karena belum melakukan vaksin booster," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Khusnu menjelaskan penumpang tersebut saat pemeriksaan di Security Check Point, dokumen kesehatan yang ditunjukkan oleh penumpang kepada petugas Aviation Security (Avsec) tidak lengkap, yang bersangkutan baru melakukan vaksin dua kali.

Adapun berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 82 Tahun 2022, salah satu persyaratan perjalanan domestik menggunakan transportasi udara, yaitu mewajibkan vaksin dosis ketiga atau booster bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun.

"Petugas Avsec mengarahkan penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) diimbau untuk melakukan vaksin booster terlebih dahulu, dan tidak mempersulit atau melakukan tindakan pemerasan kepada penumpang, karena dokumen kesehatan tersebut merupakan kewenangan dari KKP," katanya.

Khusnu memastikan, penumpang bernama Riyan dapat melakukan penerbangan keesokan harinya setelah melakukan vaksin ke tiga atau booster, dan masalahnya dapat diselesaikan dengan baik.

"Ditjen Hubud melalui Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, akan menurunkan tim ke Bandara Halu Oleo Kendari, guna melakukan klarifikasi lebih lanjut di lapangan, untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini