Share

Sektor EBT dan Industri Hijau Tetap Diminati Investor di Tengah Ancaman Krisis

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 320 2714629 sektor-ebt-dan-industri-hijau-tetap-diminati-investor-di-tengah-ancaman-krisis-PGTjMRF5lA.jpg Energi terbarukan. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sektor energi baru dan terbarukan (EBT) serta industri hijau menjadi sektor yang paling diminati oleh para investor saat ini.

Ketua Penyelenggara B20 Indonesia, Shinta W Kamdani mengungkapkan kalau hal ini karena didukung kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

"Kalau kita lihat sektornya, sektor EBT khususnya Dan industri hijau ini sangat diminati oleh para investor. Jadi walaupun kondisi dunia sedang memasuki resesi tetapi minat untuk investasi di bidang ini masih sangat tinggi," ujar Shita saat berdialog di IDX Channel, Jumat (25/11/2022).

Selain itu, lanjut Shinta, sektor lain yang menjadi sasaran investor lainnya adalah digital, infrastruktur, serta sektor-sektor yang berhubungan dengan sustainability dan pengurangan karbon.

"Itu karena Indonesia menjadi negara yang memiliki national research terbesar dan juga potensi dari sumber daya alam yang besar ini menjadi salah satu minat yang sangat tinggi dari para investor," jelasnya.

Lebih lanjut Shinta menerangkan, perihal negara yang sangat antusias berinvestasi di Indonesia, dia bilang di antaranya Perancis, Australia, Amerika, Tiongkok, Jerman, Inggris, dan Kanada.

"Kanada sekarang sudah mulai memperhatikan Indonesia khususnya kemarin kita menandatangani untuk Green Airport," ucapnya.

Shinta menjelaskan, karena tingginya minat investor berinvestasi di sektor EBT, pihaknya bersama dengan pemerintah terus berupaya mendorong EBT ini agar memiliki regulasi yang jelas dan kuat.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Yang sering menjadi pertanyaan adalah terkait kesiapan regulasi. Tapi yang jelas pemerintah saat ini komitmen untuk mau mendorong EBT ini terutama kita ada komitmen untuk energy transition," kata dia.

"Jadi kalau kita lihat kan Indonesia juga sudah komitmen untuk net zero ya sebelum 2060 nah salah satunya dari sektor energi dan di sini pemerintah menyiapkan energy transition mechanismnya dan road mapnya yang sudah juga dipersiapkan," sambungnya.

Tentu, untuk mewujudkan itu semua, menurut Shinta, perlu didukung oleh beberapa hal.

Pertama, ekosistemnya, kedua pendanaan, dan ketiga sumber daya manusianya.

"Saya rasa kesiapan daripada Indonesia ini sudah berjalan. Cuma memang masih banyak tantangan-tantangan yang harus kita bereskan terutama yang berkaitan dengan tarif dan seperti kita ketahui juga undang undang mengenai EBT sendiri," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini