Share

111 Perusahaan Ajukan Permohonan Sertifikat Industri Hijau

Heri Purnomo, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 320 2714696 111-perusahaan-ajukan-permohonan-sertifikat-industri-hijau-rX0lVZfAjP.jpg Banyak Perusahaan Ajukan Permohonan Sertifikat Industri Hijau. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sejak 2017 hingga 2022, ada 111 perusahaan mengajukan permohonan sertifikasi industri hijau. Di mana 108 di antaranya difasilitasi Kementerian Perindustrian, dan disertifikasi oleh 14 Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH).

"Permohonan sertifikasi pada tahun 2022 ini berjumlah 37 (tiga puluh tujuh) perusahaan industri, yang seluruh pembiayaannya difasilitasi oleh Pusat Industri Hijau. Sedangakan sejumlah 26 perusahaan atau sekitar 70,3% telah memenuhi Standar Industri Hijau," kata Kepala Pusat Industri Hijau Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Herman Supriadi saat memberikan sambutan dalam acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau 2022 di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Herman mengatakan, angka tersebut meningkat lebih tinggi dibandingkan pemenuhan sertifikasi tahun lalu yang sebesar 63,7 persen dari total pengajuan. Perusahaan yang telah memenuhi Standar Industri Hijau berhak menggunakan logo industri hijau.

"Dengan demikian, sejak dilaksanakannya Sertifikasi Industri Hijau pada tahun 2017 sampai tahun 2022, total perusahaan industri yang memperoleh sertifikat industri hijau mencapai 70. Ke depannya diharapkan lebih banyak lagi perusahaan industri ikut serta dan memenuhi standar industri hijau," kata Herman.

Adapun pada hari ini, Kemenperin memberikan penganugerahan penghargaan kepada 128 perusahaan yang telah menerapkan industri hijau.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Adapun berdasarkan data perusahaan industri peserta penghargaan tahun 2022. Herman mengatakan jika seluruh industri besar dan menengah menerapkan industri hijau, maka potensi penghermatan energi diperkirakan akan mencapai 30.921 TJ atau setara dengan Rp9,8 triliun, dan potensi transisi menuju energi baru terbarukan sebesar 316.519 TJ yang diperoleh melalui penggunaan panel surya, biomass, juga pemanfaatan limbah sebagai substitusi bahan bakar.

Selain itu, potensi penghematan air mencapai 8335 juta meter kubik, setara dengan Rp20 triliun yang diperoleh melalui upaya efisiensi air dan penggunaan air daur ulang dalam proses produksi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini