Share

Investasi dan Potensi Bisnis Industri Pulp dan Kertas RI Prospektif

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 320 2714813 investasi-dan-potensi-bisnis-industri-pulp-dan-kertas-ri-prospektif-CPRFAcHtWA.jpeg Potensi Industri Pulp dan Kertas RI. (Foto: Okezone.com/Milenial)

JAKARTA - Industri pulp dan kertas diharapakan bisa lebih produktif dan inovatif sehingga bisa berdaya saing di kancah domestik maupun global. Pasalnya ada ketersediaan bahan baku di dalam negeri yang membuat industri pulp dan kertas memiliki potensi bisnis yang besar untuk berkontribusi pada perekonomian nasional.

“Saat ini, kapasitas terpasang industri pulp nasional sebesar 12,13 juta ton per tahun. Menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan dunia. Sedangkan, industri kertas dengan kapasitas terpasang sebesar 18,26 juta ton per tahun memposisikan Indonesia di peringkat keenam dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: Industri Serat dan Benang Filamen RI Memburuk, Ini Penyebabnya

Dia mengemukakan, saat ini terdapat 111 perusahaan industri pulp dan kertas di dalam negeri. Sektor ini menyerap tenaga kerja langsung lebih dari 161 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

“Selama 2021, kinerja ekspor industri pulp dan kertas mencatatkan nilai sebesar USD7,5 miliar atau berkontribusi 6,22% terhadap ekspor nonmigas, yang juga setara menyumbang 3,84% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas,” ungkapnya.

Baca Juga: Pengusaha Usulkan No Work No Pay demi Cegah PHK, Begini Kata Kemnaker

Putu menyebutkan, bisnis di industri pulp dan kertas saat ini masih prospektif karena permintaannya masih cukup tinggi. Namun sektor ini perlu meningkatkan diversifikasi produknya yang punya nilai tambah tinggi, misalnya mengolah dissolving pulp menjadi viscose rayon sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil.

“Industri kertas merupakan sektor yang sangat potensial karena hampir semua jenis kertas sudah dapat diproduksi di dalam negeri, termasuk kertas uang dan kertas berharga yang memiliki spesifikasi khusus dalam memenuhi aspek security,” paparnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Putu menyampaikan, peluang investasi di sektor industri pulp dan kertas serta turunannya cukup baik. Hal itu ia amini karena telah melihat langsung kontribusi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), di Pangkalan Kerinci, Riau belum lama ini.

“Kemarin kami melakukan kunjungan kerja ke perusahaan tersebut, kami memberikan apresiasi kepada PT RAPP yang telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Aktivitas usahanya telah memberikan bukti nyata memberikan multiplier effect yang luas bagi kesejahteraan masyarakat dan wilayah sekitarnya, dan dikelola secara berkelanjutan dengan menerapkan teknologi modern,” ungkapnya.

Putu optimistis, investasi baru di PT RAPP dapat menjawab tantangan di tengah kondisi ekonomi global yang lesu, bahwa sektor manufakur di Indonesia masih bergeliat.

“Penambahan kapasitas produksi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, berkontribusi pada pemenuhan pasar domestik dan ekspor, serta mengurangi ketergantungan produk impor,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini