Share

BUMN Garap Kawasan Publik di Jakarta, Ini Daftarnya

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 470 2715019 jakarta-miskin-ruang-publik-S1L2mzNIUs.jpg Jakarta Miskin Ruang Publik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian BUMN menilai ruang publik di DKI Jakarta perlu ditambah. Pasalnya ruang terbuka bagi masyarakat di Ibu Kota masih minim.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, Jakarta miskin akan ruang publik. Karena itu, Kementerian BUMN melalui perusahaan pelat merah akan mengenjot sejumlah program terkait dengan perluasan ruang interaksi.

Baca Juga: Anies Bilang Jakarta Hadirkan Wajah Baru, Pikat Banyak Warga Termasuk dari Citayam

"Jadi ya kita membantu mempercantik Jakarta dan membuat sentra-sentra publik, karena Jakarta miskin ruang berinteraksi masyarakat," ungkap Tiko saat ditemui wartawan di TMII, Jumat (25/11/2022).

Adapun Kementerian BUMN melalui perusahaan pelat merah tengah mengerjakan empat kawasan publik di Jakarta. Keempat lokasi tersebut adalah pertama revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Ukraina Larang Musik hingga Buku Rusia di Media dan Ruang Publik

Kedua, membangun dan memperluas kawasan M Bloc Space di Jakarta Selatan sebagai kawasan hijau urban open space. Ketiga, perluasan Pos Bloc di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Nantinya, Pos Bloc akan diintegrasikan dengan Lapangan Banteng, salah satu icon Jakarta.

"Jadi BUMN sebenarnya ada empat kawasan di Jakarta yang sedang kita kerjakan. Pertama, M Bloc di kawasan Peruri, kita jadikan M Bloc ini sebagai kawasan hijau urban open space di Jakarta Selatan. Kalau nggak salah awal Desember nanti kita lakukan Post Bloc yang lebih luas lagi, Post Bloc yang di Pasar Baru di belakang akan nyambung sampai ke Lapangan Banteng," ucap dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Terakhir, Kementerian BUMN juga akan mengintegrasikan Gedung Sarinah dengan Hotel Sari Pacific Jakarta. Tiko meyakini integrasi antara Sarinah dan Sari Pacific akan mempercantik wajah Jakarta dan menjadi kawasan publik baru. Terutama, kawasan bisnis di Jakarta Pusat.

Dia mencatat 50% atas kepemilikan saham Hotel Sari Pacific Jakarta milik PT Sarinah (Persero). Sari Pacific memang dikelola oleh PT Sari Arthamas Hotel International, sebuah entitas usaha yang 50 persen sahamnya dimiliki oleh Sarinah.

"Mungkin para media nggak sadar (informasi) juga, kalau itu Sari Pasific baru dibuka lagi, itu 50 persen milik kita itu Sari Pasific, itu 50 persen miliknya Sarinah," tutur dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini