Share

4 Cara Permudah Proses Pelaporan Pajak UMKM

Clara Amelia, Okezone · Jum'at 25 November 2022 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 622 2714542 4-cara-permudah-proses-pelaporan-pajak-umkm-wgeh59xK7T.jpg 4 Cara Permudah Pelaporan Pajak UMKM (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah telah mempermudah pelaporan pajak, salah satunya untuk UMKM. Apalagi jelang akhir tahun, laporan pajak harus segera disiapkan.

Saat ini, realisasi penerimaan pajak per Oktober 2022 senilai Rp1.448,2 triliun, sudah mencapai 97,5% dari target tahun ini sebesar Rp1.485 triliun.

"Penerimaan pajak ini menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia yang menunjukkan pemulihan," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: APBN KITA November 2022 yang dipantau secara daring seperti dilansir Antara.

Selain itu, realisasi penerimaan pajak yang tumbuh 51,8%dibanding periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy) tersebut disebabkan oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai sektor, serta implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

BACA JUGA:Penerimaan Pajak Rp1.448 Triliun hingga Oktober 2022, Ini Rinciannya 

Adapun penerimaan pajak tersebut meliputi pajak penghasilan (PPh) Non Migas Rp784,4 triliun atau 104,7% dari target, serta pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Rp569,7 triliun atau 89,2% dari target.

Selanjutnya, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya Rp26 triliun atau 80,6 persen dari target, serta PPh Migas Rp67,9 triliun atau 105,1% dari target.

Diketahui, tarif PPh final UMKM resmi turun dari 1% menjadi 0.5%. Bisnis dengan penghasilan melampaui Rp500 juta setiap tahun harus membayar pajak sebesar 0,5%.

Chief Operating Officer (COO) Mekari Anthony Kosasih menjelaskan, pelaporan pajak bisa lebih mudah apabila memanfaatkan platform digital.

"Keterbatasan sumber daya semakin tajam dirasakan oleh UKM yang baru, termasuk bisnis-bisnis kecil yang lahir saat pandemi dan pasca pandemi. Untungnya, di zaman serba teknologi, aplikasi pajak berbasis online hadir untuk mengotomatisasi pelaporan pajak sehingga prosesnya menjadi mudah dan cepat,” kata Anthony.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Anthony menambahkan bahwa otomatisasi pembayaran dan pelaporan yang dihadirkan oleh aplikasi pajak mendorong UKM untuk semakin taat memenuhi kewajiban sebagai badan usaha.

“Kepatuhan membayar pajak tidak saja baik bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan Indonesia, namun juga UKM itu sendiri. UKM yang taat memenuhi kewajiban pajaknya akan terbebas dari sanksi di kemudian hari, sehingga UKM bisa menjalankan dan menumbuhkan bisnis bebas dari hambatan,” ujar Anthony.

Berikut empat kiat untuk mempermudah pelaporan pajak:

1. Buka akun dan rekap dokumen

Untuk menggunakan aplikasi pajak, UKM harus membuka akun terlebih dulu. Proses registrasi tergolong mudah karena UKM cukup memasukkan data nama perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Electronic Filing Identification Number (EFIN).

Setelah akun tersedia, UKM bisa mulai mengunggah dokumen-dokumen pajak yang lama, seperti faktur pajak dan bukti potong. Merekap dokumen pajak tahunan di satu tempat mendorong kerapihan administrasi agar kedepannya, UKM tidak perlu lagi membuang waktu dan tenaga untuk mencari dimana letak dokumen.

2. Manfaatkan dasbor untuk pantau bisnis

Salah satu keunggulan aplikasi pajak adalah halaman dasbor yang merangkum informasi pajak yang penting, seperti kuota nomor seri faktur pajak (NSFP). Bukan saja itu, ada dasbor yang memungkinkan UKM untuk menyatukan data keuangan perusahaan ke dalamnya.

Integrasi data perpajakan dan keuangan di satu tempat akan memudahkan pemantauan dan pengelolaan bisnis, yang sangat bermanfaat saat akhir tahun ketika UKM ingin menelaah performa bisnis selama setahun terakhir.

3. Otomasi pelaporan untuk tingkatkan akurasi

Aplikasi pajak mengotomasi proses pelaporan, dengan demikian menekan human error yang kerap membayangi pelaporan manual.

Aplikasi pajak bisa secara otomatis memvalidasi NPWP yang tertera di formulir pelaporan pajak lewat fitur API Documentation, serta menarik bukti potong (bupot) dari bulan-bulan sebelumnya dari server DJP lewat fitur Prepopulated e-Bupot. Bahkan, UKM bisa mengirimkan faktur pajak digital langsung ke pelanggan via WhatsApp lewat fitur Share Faktur.

4. Siapkan laporan secara kolaboratif

Keunggulan lainnya dari aplikasi pajak adalah fitur multi-user, dimana pemilik UKM atau administrator akun dapat memberikan akses terbatas ke karyawan lain untuk mengunggah dan menghapus data yang tersimpan di aplikasi.

Dengan demikian, proses pelaporan pajak dapat dilakukan secara kolaboratif. Ditambah lagi, karena aplikasi pajak terhubung secara online, para karyawan dapat melakukan proses pelaporan kapanpun dan di manapun. Hal ini cocok bagi UKM yang memiliki karyawan di cabang-cabang terpisah, serta yang menerapkan work from anywhere (WFA).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini