Share

Jaga Stabilitas Pangan, Bapanas Minta Kepala Daerah Lapor

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Sabtu 26 November 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 320 2715231 jaga-stabilitas-pangan-bapanas-minta-kepala-daerah-lapor-3a5UmIvywc.jpg Cabai. (Foto: MPI)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) meminta kepala daerah menghubungi langsung apabila membutuhkan fasilitasi mobilisasi pangan untuk menjaga stok dan stabilitas harga di daerah.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi pun meyakini mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit efektif menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga komoditas pangan di daerah, terutama daerah terluar dan perbatasan.

“Apabila harga komoditas pangan terkendali, maka target penurunan inflasi di November bisa tercapai seperti yang terjadi pada Oktober, di mana angka inflasi berada di posisi 5,71%, turun 0,25% dibanding September,” ujarnya dikutip Sabtu (26/11/2022).

 BACA JUGA:Jaga Inflasi, Menko Airlangga Pantau Harga dan Pasokan Pangan di Daerah

Ke depannya, Arief menambahkan, aksi mobilisasi pangan ini akan terus ditingkatkan. Untuk itu dia meminta para pimpinan daerah berkoordinasi dengan NFA apabila mebutuhkan pasokan komoditas pangan strategis yang dirasa kurang dan menjadi penyebab pertumbuhan inflasi di daerahnya.

"Di sini ada Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, apabila daerah bapak dan ibu memiliki kendala mengenai stok, kami bisa fasilitasi mobilisasi stok dari daerah surplus ke daerah defisit," jelasnya.

Arief mengatakan, sampai dengan 24 November ini NFA telah melakukan fasilitasi mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sebanyak 5 ribu ton untuk sejumlah komoditas, seperti beras, bawang merah, cabai keriting, cabai rawit merah, jagung, telur ayam ras, daging ayam ras, gula konsumsi, minyak goreng, livebird atau ayam hidup, dan sapi hidup.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dari sejumlah komoditas tersebut jagung menjadi komoditas dengan volume terbanyak sekitar 3.500 ton.

“Aksi tersebut dijalankan secara business to business (B2B) melalui sinergi antara NFA, Pemda, Asosiasi Petani dan Peternak, dan Pelaku Usaha,” ucapnya.

Upaya mobilisasi pangan ini sejalan dengan hasil telah Kemenko Perekonomian, yang menyebutkan tantangan utama pengendalian inflasi di daerah perbatasan perlu menjadi perhatian lebih terutama berkaitan dengan kelancaran distribusi, ketersediaan infrastuktur, dan ketersediaan pasokan.

“Untuk meningkatkan volume pendistribusian pangan antar daerah kami terus berkomunikasi dengan Kemenhub dalam rangka optimalisasi Tol Laut. Saat ini telah diinventarisir potensi pangan daerah-daerah perbatasan agar kapal Tol Laut yang membawa pangan ke sana kembali ke dengan muatan pangan lokal,” bebernya.

Namun demikian, Arief tetap menempatkan aksi mobilisasi ini sebagai bagian dari solusi jangka pendek dalam upaya menjaga stabilitas.

“Aksi jangka panjang juga perlu dilakukan, yang ideal adalah memunculkan sentra-sentra produksi pangan baru di daerah, sehingga masing-masing daerah memiliki kemandirian pangan,” terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini