Share

Wih! Bangun IKN Nusantara Pakai Teknologi BIM, Bagaimana Cara Kerjanya?

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Sabtu 26 November 2022 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 470 2715166 wih-bangun-ikn-nusantara-pakai-teknologi-bim-bagaimana-cara-kerjanya-LcFWvdZV4k.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggencarkan penggunanaan teknologi BIM (Building Information Modelling) pada sebuah proyek pembangunan infrastruktur, termasuk untuk IKN Nusantara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sampai berpesan bahwa pemanfaatan teknologi BIM serta kesiapan Sumber Daya Manusia dalam pengoperasian perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) merupakan dua hal yang harus berjalan sinergi dan berkelanjutan.

Sekretaris Jendral Kementerian PUPR, Zainal Fatah menambahkan BIM akan mempermudah koordinasi, integrasi, efisiensi dan pengendalian pelaksanaan konstruksi sehingga akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur di IKN.

 BACA JUGA:Penduduk di IKN Diperkirakan 1,9 Juta Orang pada 2045

"BIM bukan semata- mata aplikasi atau pengoperasian komputer, tetapi representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional suatu bangunan," kata Zainal Fatah dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Namun demikian menurutnya, saat ini masih perlu peningkatan kualitas SDM untuk bisa mengimplementasikan teknologi tersebut dalam sebuah konsep pembangunan infrastruktur.

"SDM bidang konstruksi yang akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN perlu dibekali dengan kompetensi di bidang BIM melalui pemodelan digital,” sambung Zainal.

Sebelumnya, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Trimble Navigation Singapore Pte. Ltd. yang merupakan kerja sama lanjutan dalam penyelenggaraan pelatihan dengan pemanfaatan teknologi dan peralatan Geospasial, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terkait BIM yang lebih komprehensif.

”Melalui program-program yang dirancang pada Perjanjian Kerjasama ini, diharapkan pelatihan yang dilaksanakan dapat tepat sasaran, memberikan manfaat bagi para stakeholders, dan dapat diimplementasikan dalam pembangunan infrastruktur nasional," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini