Share

Sandiaga Uno: Menjalankan Bisnis Itu Harus Fokus

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Minggu 27 November 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 455 2715640 sandiaga-uno-menjalankan-bisnis-itu-harus-fokus-vZsWX8x00h.jpg Menparekraf Sandiaga Uno beri tips sukses ke pelaku UMKM (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi tips sukses menjalankan bisnis UMKM. Dia meminta pelaku UMKM fokus menggarap bisnis utamanya dan meningkatkan kapasitas usaha.

Dengan fokus tersebut, bisnis menjadi lebih berdaya saing. Dia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak ikut-ikutan tren bisnis musiman.

Sebab, dia menilai, saat ini banyak pelaku UMKM yang ikut-ikutan melihat tren usaha yang sedang booming sehingga melupakan dan tidak fokus terhadap bisnis utamanya.

“Banyak pelaku UMKM yang Ikut-ikutan dan tidak fokus kepada bisnisnya. Padahal bisnis itu harus dijalankan fokus sehingga bisnisnya terus berkelanjutan, jadi kalau berhenti jualan nantinya pelanggannya akan pindah ke lain hati. Karena customer adalah raja,” ujarnya saat kegiatan “Bacarita Santai dengan Pelaku UMKM Kota Ternate” di Hotel Bukit Pelangi, Ternate, Maluku Utara, Minggu (27/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga berdialog dengan seorang pelaku UMKM bernama Ibrahim. Kesehariannya Ibrahim berjualan batagor.

Namun, saat ini tengah demam Piala Dunia, dia beralih menjadi penjual bendera-bendera dari berbagai negara peserta Piala Dunia yang sudah dia lakukan sejak 1 November 2022.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

“Boleh mengikuti tren namun yang perlu kita pelajari adalah bagaimana usaha batagor tetap berjalan dan jualan bendera juga bisa berjalan. Sehingga saat sudah bukan musim Piala Dunia, bisnis utama Pak Ibrahim bisa tetap bertahan dan tidak kehilangan customer sehingga bisa naik kelas,” kata Sandi.

Untuk itu, kata Menparekraf Sandiaga, menampung masukan dari pelaku UMKM di provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi itu. Namun, kata dia, masih ada pekerjaan rumah, karena ada pelaku UMKM baik di bidang kuliner, fesyen, dan kriya membutuhkan sentuhan-sentuhan dan pelatihan khusus terkait digitalisasi, peningkatan kapasitas, dan pendampingan.

“Kami yakin dengan kolaborasi bersama ini Provinsi Maluku Utara mampu menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini dan 4,4 juta pada tahun 2024. Saya akan berjuang untuk itu, karena saya dulu seorang pengusaha yang berjuang menciptakan jaringan usaha dari 3 orang karyawan menjadi 30 ribu karyawan,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini