Share

Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Nyaris 100%, Beroperasi Penuh Akhir 2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Senin 28 November 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 320 2716193 proyek-pipa-minyak-blok-rokan-nyaris-100-beroperasi-penuh-akhir-2022-0lKlvk9cpP.jpg Proyek pipa minyak blok rokan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mengungkap proyek pipa minyak Blok Rokan nyaris 100%. Saat ini, proyek digarap oleh PGN melalui anak usahanya yakni, PT Pertagas.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGAS, Achmad Muchtasyar mengatakan, proyek ini dapat beroperasi secara penuh pada akhir kuartal IV 2022. Pipa Blok Rokan memiliki kapasitas volume sebesar 140 ribu hingga 160 ribu barel per hari.

Sebelumnya, pada awal kuartal I tahun ini, pipa minyak Blok Rokan telah beroperasi parsial dengan volume sebesar 19 ribu barel per hari.

“Diharapkan ini dapat berkontribusi kepada peningkatan pendapatan perseroan di segmen transportasi minyak mentah atau oil transportation,” kata Achmad dalam paparan publik secara virtual, Senin (28/11/2022).

Dia mengatakan, proyek tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi holding gas Pertamina, serta penguatan infrastruktur dalam kegiatan lini bisnis subholding gas. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGAS, Fadjar Harianto Widodo mengungkapkan, tahun ini proyek pipa minyak Rokan ini dalam proses peningkatan produksi atau ramp up untuk penyaluran minyak mentah.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan demikian, perseroan menargetkan proyek ini dapat berkontribusi sebesar USD30 juta terhadap pendapatan perseroan di akhir 2022.

“Karena di 2023 sudah full on stream, harapannya bisa memberikan tambahan pendapatan USD130 juta hingga USD140 juta,” kata Fadjar.

Lebih lanjut dia mengatakan, suplai dari pipa minyak Rokan ini tidak menambah pendapatan niaga gas atau lifting minyak, namun berkontribusi terhadap pendapatan penyaluran atau transportasi minyak mentah. Hal itu dikarenakan, proyek tersebut merupakan jasa infrastruktur untuk penyaluran minyak mentah.

“Di satu sisi, pendapatan ini juga akan digenerate ke salah satu anak perusahaan PGN, yakni Pertagas,” pungkas dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini