Share

OJK Minta Anggaran 2023 Naik Jadi Rp731 Miliar

Antara, Jurnalis · Senin 28 November 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 320 2716447 ojk-minta-anggaran-2023-naik-jadi-rp731-miliar-EuyEVtqpAA.jfif OJK Minta Tambahan Anggaran untuk RKA 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan kenaikan anggaran operasional hingga 35,5% menjadi Rp731,52 miliar dalam Rancangan Kerja dan Anggaran (RKA) 2023 dibandingkan anggaran operasional pada 2022 sebesar Rp539,60 miliar.

"Ini meliputi kenaikan anggaran penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pengaturan, perlindungan konsumen, edukasi literasi dan inklusi, serta penegakan hukum," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Baca Juga: Hambat Ekonomi, Perusahaan Swasta Diminta Perangi Korupsi

OJK telah menyetujui Rancangan Kerja dan Anggaran (RKA) pada 2023 yang mencapai Rp7,45 triliun sesuai proyeksi penerimaan dan pungutan OJK di 2023.

RKA OJK 2023 tersebut disusun dengan asumsi kondisi normal, di mana pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali, sehingga kegiatan perjalanan dinas dan pertemuan tatap muka yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi OJK dapat dilakukan seperti biasa.

Baca Juga: OJK Kejar 8 Sasaran Strategis pada 2023, Ini Rinciannya

Selain untuk kegiatan operasional, senilai Rp6,03 triliun dari RKA OJK di 2023 akan digunakan untuk kegiatan administratif atau naik 15,4% dari 2022.

"Kegiatan administratif ini meliputi kenaikan anggaran pengembangan pegawai, penataan organisasi, beban infrastruktur informasi dan teknologi dalam rangka pengawasan, serta dampak perpajakan seluruh kegiatan OJK," katanya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Pada anggaran 2023 kegiatan aset naik 28,3 persen dari 2022 yang meliputi kenaikan anggaran pembangunan gedung kantor regional 5 Sumatera bagian utara,pembangunan kantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan pengadaan aset IT serta sewa kantor.

"Dengan memperhatikan kebutuhan anggaran 2023 tersebut, OJK tidak mengusulkan anggaran untuk kegiatan pendukung lainnya," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini