Share

Investor Banyak yang Masuk, Presiden Jokowi Percepat Pembangunan IKN

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Senin 28 November 2022 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 470 2716478 investor-banyak-yang-masuk-presiden-jokowi-percepat-pembangunan-ikn-lAsFvkQ3F3.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa minta Invetasi saat ini meningkat hingga 25 kali lipat sejak dilakukan market sounding Agustus lalu.

Kemudian, lanjut dia dari semula yang ditawarkan 38 hektare, permintaan itu justru naik naik menjadi 965 hektare. Hal itu membuat presiden Jokowi mengarahkan Menteri Basuki untuk membangun infrastruktur dasar juga wilayah pengembangan KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintah).

Sebelumnya pembangunan IKN Nusantara hanya fokus pada wilayaj KIPP 1A, namun meningkatnya minat investor Kementerian PUPR juga akan segera membangun infrastruktur dasar di wilayah KIPP 1B dan 1C.

"Dengan banyaknya Investor yang masuk maka kami diperintahkan untuk mempercepat pembangunan IKN ini tidak hanya di KIPP 1A, tetapi diwilayah pengembangan 1B dan 1C," kata Menteri Basuki dalam Raker bersama Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022).

Adapun pembangunan yang dilakukan pada wilayah pengembangan KIPP 1B dan 1C berupa infrastruktur jalan akses dan land development untuk memudahkan investor memilih lahan.

"Ini akan kita mulai Januari, karena triwulan II (2023) bapak presiden akan mengajak investor untuk menawarkan di daerah mana saja yang akan dibangun investor," lanjutnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut Menteri Basuki beberapa investor tertarik untuk membangun beberapa fasilitas pendukung, seperti kesehatan, pendidikan, MICE, hingga perumahan.

"Pertama investasi di sektor pendidikan, terdapat 41 hektare pada zona 1B, terdiri dari perguruan tinggi, sekoah internasional, hingga lembaga riset swasta," lanjutnya.

Sedangkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan ada 29 hektare minat dari investor untuk pembangunan rumah sakit nasional terpadu dan rumah sakit lainnya.

"Ada Invetasi pada sektor perumahan seluas 155 Hekatre, pada zona 1A dan zona 1B untuk kawasan residensial," kata Menteri Basuki.

Selanjutnya ada juga minat investasi untuk pembangunan fasilitas perkantoran dari MICE masing-masing 14,4 hektare dan 26 hektare di area KIPP.

"Invetasi pada fasilitas perkantoran, jasa, dan komersil seluas 14,4 Hekatre meliputi areal perkantoran BMN, ritel, outlet dan departemen strore, invetasi pada area MICE seluas 26 Hekatre di KIPP, pada area kepadatan tinggi dan pada area kepadatan sedang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini