Share

Cara Menghitung Potongan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan

Rina Anggraeni, Okezone · Senin 28 November 2022 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 622 2716299 cara-menghitung-potongan-iuran-bpjs-ketenagakerjaan-karyawan-1kU4iPvTFh.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Cara menghitung potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan yang tepat dan benar.

Ketika seorang karyawan mengikuti program dari perusahaan, mereka akan mendapatkan manfaatnya berupa uang.

Uang ini akan diberikan apabila karyawan masuk ke dalam salah satu dari 3 kriteria berikut:

-Peserta mencapai usia pensiun yakni 56 tahun

-Peserta meninggal dunia dan akan diberikan ke ahli waris

-Peserta cacat total secara permanen

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan program JHT adalah sebesar 5,7% dari upah di mana pembayaran iuran ini dibagi antara perusahaan dan pekerja.

Pekerja akan membayarkan 2% sementara perusahaan akan membayar sisa 3,7% iuran tersebut.

Sedangkan besaran iuran JHT adalah 5,7% dari upah yang diterima oleh peserta, Namun, karyawan hanya membayar 2%. Sisa 3,7% iuran JHT dibayar oleh perusahaan.

Untuk memahami lebih mudah, ilustrasi kasus karyawan A dengan nilai gaji Rp8 juta sebagai berikut:

-Iuran JHT karyawan A = 5,7% x Rp8.000.000,-= Rp456.000,- per bulan.

-Iuran JHT yang dibayar oleh karyawan A = 2% x Rp8.000.000,-= Rp160.000,- per bulan.

-Iuran JHT yang dibayar oleh perusahaan = 3,7% x Rp8.000.000,-= Rp296.000,- per bulan.

Sebagai informasi BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah badan yang memiliki tujuan untuk memberikan pelindungan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Layanan ini dulunya bernama Jamsostek atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja, kemudian namanya diubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 sejak 1 Januari 2014.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini