Share

Bumi Resources (BUMI) Targetkan Produksi Batu Bara Tembus 76 Juta Metrik Ton hingga Akhir 2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 278 2716977 bumi-resources-bumi-targetkan-produksi-batu-bara-tembus-76-juta-metrik-ton-hingga-akhir-2022-E990FGPYgQ.jpg Batu bara. (Foto: IATA)

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan peningkatkan produksi batu bara perseroan hingga akhir tahun 2022.

Produksi batu bara secara keseluruhan ditargetkan dapat mencapai 70 hingga 76 juta metrik ton.

Chief Economist BUMI Achmad Reza Widjaja merincikan, produksi pada anak perusahaan perseroan yakni, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dapat mencapai 50 hingga 51 juta metrik ton, dan produksi anak usaha perseroan lainnya yakni, PT Arutmin Indonesia mencapai 20 hingga 25 juta metrik ton.

“Tentunya tergantung pada keadaan di lapangan nantinya, terutama dalam tiga bulan terakhir ini,” kata Achmad dalam paparan publik secara virtual, Selasa (29/11/2022).

Sebagaimana diketahui, per September 2022 produksi batu bara perseroan mengalami penurunan menjadi 53,7 juta metrik ton, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 58,8 juta metrik ton.

Achmad mengungkapkan, penurunan produksi disebabkan oleh tingginya curah hujan di kedua area tambang milik perseoran, yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, terkait tren harga batu bara ke depan, perseroan optimistis bahwa tren harga hingga akhir tahun 2022 masih cemerlang, yakni berkisar USD123 hingga USD140 per ton. Dengan rincian, harga batu bara dari KPC diproyeksi sebesar USD140 hingga USD160 per ton, dan Arutmin sebesar USD80 hingga USD100 per ton.

Adapun, biaya produksi perseroan hingga akhir tahun diproyeksi mencapai USD41 hingga USD46 per ton. Di mana, hingga September 2022 biaya produksi perseroan tercatat sebesar USD45,5 per ton.

“Kenaikan ini (biaya produksi) utamanya karena naiknya harga minyak dan memang striping ratio yang meningkat,” ujar Achmad.

Terkait kinerja, hingga kuartal III 2022, BUMI mengantongi laba sebesar USD365,49 juta, naik dari sebelumnya sebesar USD63,70 juta. Pendapatan perseroan juga naik menjadi USD1,39 miliar, dari sebelumnya sebesar USD666,18 juta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini