Share

Harga Beras Naik tapi Stok Menipis, Pedagang Ketar-ketir

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 320 2716946 harga-beras-naik-tapi-stok-menipis-pedagang-ketar-ketir-FYhy56v1mO.JPG Beras. (Foto: MPI)

JAKARTA - Pedagang beras mengakui bahwa kini harga beras melonjak naik meski pasokan tengah menipis.

Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (KKPIBC) Zulkifli Rasyid menyampaikan, harga beras jenis medium sudah melonjak tinggi hingga tembus Rp9.200 per kilogram.

Dia mengatakan, kenaikan itu lantaran stok yang tersedia di Pasar Induk Beras Cipinang makin hari makin menipis.

"Saat ini kita sangat merasakan harga beras berkembang (di pasar Induk) yang jenis medium mengalami kenaikan tertinggi. Sebelumnya Rp8.300, Rp8.400, dan Rp8.500 (per kilogram), tapi sekarang sudah mencapai Rp9.200," ujar Zulkifli dalam dialog Polemik Menimbang Impor Beras di Tengah Klaim Surplus yang diselenggarakan oleh PATAKA, Selasa (29/11/2022).

 BACA JUGA:Waduh! Stok Beras Diprediksi Tak Cukup untuk Awal 2023

"Hal itu kenapa, beras yang mengalir dari daerah itu boleh dikatakan sudah nggak ada. Satu-satunya yang bisa mensuplai ke pasar induk adalah Bulog dan itu pun kurang cukup," sambungnya.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Zul itu mengungkapkan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak Agustus hingga November 2022. Melonjaknya harga yang sudah terjadi selama empat bulan itu, menurut Zul sudah warning atau peringatan kepada pemerintah.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dia khawatir, jika pemerintah lalai dan abai dengan kondisi beras sekarang maka kejadian kritis pada 2017-2018 silam akan terulang di tahun 2022 ini.

"Warningnya sudah sangat jelas. Kalau pemerintah lalai dan abai dengan posisi yang sekarang, yang saya khawatirkan jangan sampai terjadi seperti di tahun 2017-2018 kemarin. Datanya tidak akurat dan mengakibatkan fatal ke semua-muanya. (Prediksi saya) Ini akan terjadi lagi (di tahun ini)," papar Zul.

Melihat kondisi di pasar saat ini, Zul yang juga merupakan pedagang beras di Cipinang meminta pemerintah untuk segera mengimpor beras. Sebab, beras yang biasanya datang ke Pasar Induk Beras Cipinang dari berbagai daerah barangnya tidak ada.

Selain itu, jika mengandalkan stok Bulog dia tidak yakin mampu mencukupi permintaan pasar hingga Februari 2023 mendatang.

"Kalau seandainya pemerintah tidak mengimpor, wasallam. Nanti sama sama kita buktikan bulan Desember sampai Februari yang akan datang," ucapnya.

Menurut Zul, langkah impor boleh dilakukan jika disituasi mendesak dan tidak ada kecukupan pasokan di dalam negeri.

Namun, dia menegaskan, apabila stok di dalam negeri cukup maka tidak boleh melakukan impor.

"Kita boleh-boleh aja impor di saat kita perlu, sementara kita tidak boleh impor di saat panen dan beras berlebih," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini