Share

Industri Properti 2023 Diprediksi Tetap Moncer di Tengah Ancaman Resesi

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Selasa 29 November 2022 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 470 2717102 industri-properti-2023-diprediksi-tetap-moncer-di-tengah-ancaman-resesi-vM0nblyfwx.png Industri Properti Siap Hadapi Resesi Ekonomi di 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Ekonomi dunia pada tahun depan diperkirakan memburuk, bahkan akan resesi. Meski demikian, pelaku industri properti Tanah Air mengaku tetap optimis menatap 2023.

Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk Agung Wirajaya mengatakan, ekonomi Indonesia memiliki fundamental yang baik dan diprediksi akan terus tumbuh positif di 2023. Oleh karena itu, dirinya optimis industri properti akan tetap tumbuh positif tahun depan.

Baca Juga: Rumah Indent Jadi Penyelamat Industri Properti Tahun Ini

Melalui berbagai strategi dan inisiatif baru, pengembang akan mampu memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir dengan pertumbuhan bisnis yang sangat positif.

"Dengan berbagai perubahan pasca Covid-19, sebagai pengembang kami dituntut untuk melakukan berbagai terobosan agar proyek-proyek properti kami sesuai dengan kebutuhan masa kini dari konsumen. Strategi itu yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir dan berhasil," ujar Agung, dalam keterangannya, Selasa (29/11/2022).

Dia mengatakan, pada saat orang menahan penjualan dan ekspansi, pihaknya jalan terus. Sebab kebutuhan hunian masih sangat besar sekali gap-nya.

Baca Juga: Penampakan Kamar Mandi Sultan di Pom Bensin, Netizen: Yang Biasa Rp5 Ribu, Ini Bisa Ceban

"Sekarang sudah mencapai 12,7 juta, dan pasti setiap tahun akan bertambah terus jumahnya. Kalau pun seluruh pengembang bergabung, belum tentu dapat memenuhi kebutuhan hunian yang sangat besar itu,” kata Agung.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal III-2022 perekonomian Indonesia tumbuh 5,72% secara tahunan. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% secara tahunan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia David E Sumual mengatakan, tren pertumbuhan ekonomi yang positif ini tentunya akan terus dijaga oleh pemerintah. Bahkan, di saat situasi ekonomi masih wait and see, beberapa instrumen investasi justru akan mengalami kenaikan, misalnya emas dan properti.

Menurut David banyak bank juga belum menaikkan suku bunga KPR kendati suku bunga acuan Bank Indonesia telah beberapa kali naik. Karena itu David menilai investasi properti akan tetap menarik mengingat tren harga kenaikan harga properti masih akan terus terjadi. Properti juga menjadi sebagai salah satu instrumen investasi yang aman.

David melihat, peran sektor properti dibuktikan lewat kontribusi terhadap PDB. Pada kuartal II 2022 kontribusi sektor kontruksi terhadap PDB mencapai 9,14%, dan 2,47% untuk real estate. Selain itu, pertumbuhan juga ditunjukkan oleh sektor properti pada kuartal II-2022 dengan capaian yang melampaui level sebelum pandemi sebesar 2,16% (yoy) untuk real estate, dan 1,02% (yoy) untuk konstruksi.

"Indeks Demand Properti Komersial pada kuartal II-2022 juga naik sebesar 1,58% (yoy). Hal ini memberikan keyakinan bahwa sektor properti masih akan tetap tumbuh, apalagi perbankan akan tetap menjaga tingkat suku bunga KPR di level yang terjangkau konsumen," jelas David dalam diskusi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini