Share

Dulu Untung, Pengelola Pizza Hut (PZZA) Rugi Rp35,4 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 278 2717640 dulu-untung-pengelola-pizza-hut-pzza-rugi-rp35-4-miliar-eVw9eHCok2.jfif Pengelola Pizza Hut Rugi. (Foto; Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) mencetak rugi bersih Rp35,49 miliar hingga kuartal III-2022. Capaian ini berbalik dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mengantongi laba Rp13,30 miliar.

Meski begitu, penjualan pengelola gerai Pizza Hut ini tercatat naik 5,32% menjadi Rp2,63 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,50 triliun.

Penjualan makanan tercatat sebesar Rp2,47 triliun dan minuman mencatatkan penjualan sebesar Rp169,23 miliar, perseroan juga mencatatkan potongan penjualan sebesar Rp7,12 miliar.

Baca Juga: Sarimelati Kencana (PZZA) Pengelola Pizza Hut Bagi Dividen Rp60 Miliar

Sementara itu, berdasarkan wilayahnya, penjualan di Jakarta mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp1,05 triliun, wilayah Jawa Bali sebesar Rp726,89 miliar, dan Sumatera sebesar Rp391,59 miliar.

Selanjutnya, penjualan di wilayah Sulawesi tercatat sebesar Rp211,57 miliar, Kalimantan sebesar Rp189,55 miliar, serta penjualan di wilayah Timur tercatat sebesar Rp66,05 miliar.

Baca Juga: Emiten Pizza Hut Rambah Bidang Platform Digital, seperti Apa?

Berdasarkan laporan keuangan, beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp853,51 miliar, turun dari sebelumnya Rp861,51 miliar, dan beban operasi lainnya tercatat sebesar Rp11,60 miliar.

Namun, sejumlah beban lainnya tercatat naik yakni, beban penjualan naik menjadi Rp1,63 triliun, serta beban umum dan administrasi menjadi Rp170,09 miliar.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Hingga akhir September 2022, total nilai aset PZZA tumbuh 8,89% menjadi Rp2,41 triliun, dibanding posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp2,21 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,34 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,07 triliun.

Meski masih mengalami kerugian, perseroan optimistis kinerja membaik di akhir tahun, hal ini dikarenakan puncak dari bisnis restoran ada pada bulan Desember. Oleh karena itu, perseroan berharap kinerja di Desember dapat menutupi kerugian, serta menjalankan strategi peluncuran produk-produk baru.

Untuk rencana pengembangan di tahun-tahun mendatang, manajemen perseroan menyebut saat ini masih dalam tahap review. Di mana, perseroan menyadari bahwa perkembangan Indonesia ke depan itu masih sangat menjanjikan.

Sampai saat ini, PZZA masih terus menggodok rencana penambahan gerai baru di kota-kota yang masih belum terdapat gerai Pizza Hut. Perseroan menargetkan rencana ekspansi dapat difinalkan sebelum akhir tahun 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini