Share

Ada Resesi 2023, Mendag: Saya Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Rabu 30 November 2022 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 320 2717528 ada-resesi-2023-mendag-saya-optimis-ekonomi-indonesia-tumbuh-lebih-baik-gJoySSJ6ar.jfif Mendag Yakin Resesi 2023 Tak Pengaruhi Ekonomi RI. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan optimistis perekonomian Indonesia tetap tumbuh meski ada prediksi resesi di 2023. Dirinya juga optimis ekonomi digital Indonesia terus meningkat di tengah ketidakpastian.

"Bisnis digital jika kita perhatikan dalam waktu belakangan memang mengalami penurunan sedikit, tapi sedikit saja. Tidak usah khawatir karena tahun depan saya optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik meski ada prediksi resesi," ujar Zulhas, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Wamenparekraf Ungkap Ekonomi Digital RI Terbesar di Asean

Zulhas menyampaikan optimismenya tak lepas dari kinerja perdagangan selama 2022 yang memperlihatkan tren positif. Hingga akhir tahun ini, dia menyebut transaksi perdagangan mengalami surplus.

Dia membeberkan Indonesia terus memperluas cakupan penetrasi ke pasar-pasar baru seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

Baca Juga: Wamenparekraf Angela Bahas Ekonomi Digital di DataGovAI 2022

Terbaru, Indonesia telah memiliki sejumlah perjanjian perdagangan bilateral dengan negara nontradisional lainnya, yaitu Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA), dan Indonesia-Pakistan PTA.

Di sisi lain, Zulhas menuturkan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat berpengaruh terhadap perekonomian negara. Dia pun mengajak para pebisnis lokal untuk mengembangkan usahanya melalui platform digital.

"Tanpa UMKM tumbuh, kita akan sulit menjadi negara maju," katanya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Zulhas melihat UMKM di Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Sehingga, dia mengajak marketplace seperti Lazada untuk berpartisipasi membawa produk UMKM ke pasar global.

Dalam laporan e-Conomy SEA 2022, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD77 miliar pada 2022.

Sampai 2050, dia menyebut ekonomi digital diproyeksikan mencapai USD130 miliar, tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19%. Kemudian, hingga 2030 diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran USD220 sampai USD360 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini