Share

Situasi Dunia Makin Panas, Gubernur BI Ungkap 5 Tantangan yang Dihadapi RI

Michelle Natalia, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 320 2717673 situasi-dunia-makin-panas-gubernur-bi-ungkap-5-tantangan-yang-dihadapi-ri-0o2ZQePu6N.JPG Bank Indonesia. (Foto: BI)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa dunia saat ini masih bergejolak. Masih belum diketahui kapan perang Rusia-Ukraina akan berakhir.

Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China pun makin memanas.

Lockdown di China masih berlangsung hingga 6 bulan lagi, sementara harga energi dan pangan juga masih tinggi.

"Pasokan dan distribusi barang masih tersendat, risiko stagflasi dan bahkan reflasi, juga persepsi risiko investor global negatif. Kita perlu mewaspadai lima permasalahan ini dari prospek ekonomi global," ungkap Perry dalam dalam Pertemuan Tahunan BI 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

 BACA JUGA:Bank Indonesia Pindah ke Ibu Kota Nusantara pada 2023

Pertama, pertumbuhan menurun atau slow growth. Risiko resesi di AS dan Eropa meningkat.

Kedua, inflasi masih sangat tinggi, karena harga energi dan pangan global.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Ketiga, suku bunga masih tinggi, higher for longer. Fed Fund Rate dapat mencapai 5% dan tetap tinggi selama tahun 2023," ujar Perry.

Hal keempat, sambung dia, dolar AS masih sangat kuat.

Ini menimbulkan tekanan depresiasi nilai tukar negara lain, termasuk terhadap Rupiah.

"Kelima, cash is the king. Penarikan dana investor global dan mengalihkan ke aset likuid karena risiko tinggi," tambah Perry.

Di tengah gejolak global ini, Perry mengajak semua pihak untuk menguatkan sinergi dan koordinasi.

"Kebijakan pemerintah dan BI, KSSK, dan semua pihak, bersama insya Allah Tuhan menghendaki ekonomi Indonesia pada 2023 dan 2024 akan menunjukkan ketahanan dan kebangkitan," tandas Perry.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini