Share

Presiden Jokowi Sebut Orang Maluku Paling Bahagia di Indonesia, Ternyata Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 320 2717846 presiden-jokowi-sebut-orang-maluku-paling-bahagia-di-indonesia-ternyata-ini-alasannya-8ql0U6xXAp.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Provinsi Maluku Utara terus menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang sudah baik yakni mencapai 27%.

"Ada Gubernur Maluku Utara? Hati-hati (Pak) Gubernur, hati-hati Maluku Utara, hati-hati, hati-hati, jangan main-main, karena pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara itu 27%," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara sudah tinggi sekali, bahkan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

"Nggak percaya? Cek, mana ada pertumbuhan ekonomi sebuah provinsi 27%?" tambahnya.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara disebabkan oleh hilirisasi karena di wilayah itu terdapat industri smelter yang terus bertumbuh jika industri turunan dari nikel bisa dikerjakan.

"Sebab itu saya titip hati-hati. Bukan hati-hati nggak baik, sudah baik; tapi hati-hati jangan menjadi nggak baik," pesan Jokowi.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menceritakan pengalamannya saat meninjau pasar di Ternate, Maluku Utara, bulan lalu. Jokowi mendapati harga-harga komoditas di pasar Ternate sangat stabil. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, inflasi di Maluku Utara hanya 3,3%.

"Bagaimana nggak senang rakyatnya, inflasi hanya 3,3%, pertumbuhan ekonominya 27%. Sehingga, saya titip tadi kepada gubernur, hati-hati, jangan sampai salah policy sehingga investasi yang masuk ke sana jadi terhambat," jelasnya.

Jokowi menjelaskan apa yang terjadi di Maluku Utara menunjukkan bahwa infrastruktur yang telah dibangun di luar Pulau Jawa memberikan pengaruh besar bagi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

Dia memberikan contoh wilayah Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Kedua daerah itu telah menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru untuk sektor pariwisata.

"Apabila nanti sudah normal dan policy di NTT benar, Labuan Bajo itu akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Di Morowali misalnya, sama akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi negara kita," kata Jokowi.

Dia mengatakan saat ini investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih besar. Jika dulu biasanya perbandingan angka investasi Jawa dan luar Jawa sebesar 70:30%, kini investasi di luar Jawa sudah mencapai 53%.

"Inilah menurut saya keberhasilan membangun infrastruktur, diikuti menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan diikuti investasi yang menuju ke luar Jawa," ujar Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini