Share

Emiten Anthoni Salim (DNET) Cetak Pendapatan Rp755 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 278 2718648 emiten-anthoni-salim-dnet-cetak-pendapatan-rp755-miliar-ZOyr94jSQO.jpeg DNET Cetak Pendapatan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp755,81 miliar atau meningkat 41,90% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp532,63 miliar.

Sementara itu, bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama DNET tercatat meningkat 165,56% secara year-on-year (yoy) dari Rp282,51 miliar per September 2021, menjadi Rp750,27 miliar pada akhir kuartal III/2022.

Pengelola Indomaret PT Indomarco Prismatama menjadi kontributor laba terbesar dengan nilai Rp691,83 miliar. Nilai itu meningkat dibandingkan dengan bagian laba per September 2021 yang hanya sebesar Rp302,43 miliar.

Peningkatan bagian laba ini tidak lepas dari pertumbuhan kinerja Indomaret.

Sepanjang Januari—September 2022, akumulasi penjualan bersih Indomarco Prismatama mencapai Rp74,34 triliun, naik 12,02% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp66,36 triliun. Hal itu membuat laba bersih Indomaret tumbuh signifikan, dari hanya Rp758,31 miliar per September 2021 menjadi Rp1,73 triliun pada akhir kuartal III/2022.

Terdapat pertumbuhan laba bersih sebesar 128,37% secara tahunan. Bagian laba dari produsen Sari Roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tercatat sebesar Rp67,77 miliar. Pada akhir September 2021, kontribusi laba dari ROTI adalah sebesar Rp54,05 miliar.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, pemegang hak waralaba restoran ayam cepat saji KFC PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) membukukan bagian rugi sebesar sebesar Rp7,94 miliar. Rugi itu jauh berkurang daripada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp73,97 miliar. Dengan kinerja pendapatan tersebut, emiten bersandi saham DNET ini mampu mencatatkan peningkatan laba usaha sebesar 123,21% yoy menjadi Rp999,74 miliar, dari Rp447,88 miliar.

DNET pun mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp937,79 miliar, meningkat 132,22 persen dari Rp403,89 miliar di periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir September 2022, total aset DNET tercatat meningkat menjadi Rp18,73 triliun, dari Rp18,04 miliar di akhir Desember 2021.

Total liabilitas perseroan tercatat turun dari Rp6,82 triliun di 31 Desember 2021, menjadi Rp6,66 triliun di 31 Maret 2022. Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp11,73 triliun, dari Rp11,22 triliun di akhir tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini