Share

Tingkatkan Hasil Pertanian, Mentan Ajak Tanam Jagung dan Padi

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718316 tingkatkan-hasil-pertanian-mentan-ajak-tanam-jagung-dan-padi-GdcOo3EGA1.JPG Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (mengajak Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk meningkatan produktivitas pertanian terlebih untuk komoditas jagung dan padi.

Menurut Mentan, dua komoditas itu memiliki potensi ekspor yang sangat besar terutama di saat semua negara sedang mengalami nasib yang sama, yaitu krisis ekonomi akibat perubahan cuaca dan geopolitik dunia.

"Izinkan saya mengajak anggota ICMI untuk menanam jagung dan padi. Kita perlu ekspor lagi dengan kekuatan yang kita miliki bersama ICMI," kata Mentan dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (30/11/2022).

 BACA JUGA:Korpri Anugrahkan Award pada Mentan SYL Atas Pengabdian Luar Biasa

Menurutnya, pertanian adalah pilihan sekaligus jawaban tepat bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Pertanian juga merupakan sektor penyanggah utama karena memiliki modal alam yang luar biasa.

"Rasanya kita perlu sama-sama membicarakan ini kalau perlu perwilayah (ICMI)," sambungnya.

Bahkan Mentan mengusulkan untuk segera membangun pelatihan bagi petani muda agar mempunyai mempunyai minat dan tekad yang kuat dalam mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

"Kita hadirkan yuk pelatihan-pelatihan yang dibangun bersama ICMI agar menghadirkan prim akademi intelektual terhadap pertanian presesi yang berkembang dalam kondisi climate change yang ada," lanjutnya

SYL juga mengungkapkan pihaknya tidak terlalu banyak mengandalkan APBN karena fokus memaksimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian bagi petani yang ingin mengembangkan usahanya.

Sebab layanan KUR bisa diakses secara mudah asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan.

"Saya tidak pernah mengandalkan APBN, tapi yang saya pakai adalah KUR. Saya pakai KUR Rp50 triliun, yang terpakai 55 triliun, yang macet 0,03%. 2021 yang macet 0,6% dan sekarang tinggal 0,05%. Petani itu hebat, mereka jujur dan apa adanya," pungkasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan Mentan mengusulkan untuk segera membangun pelatihan bagi petani muda agar mempunyai mempunyai minat dan tekad yang kuat dalam mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

"Kita hadirkan yuk pelatihan-pelatihan yang dibangun bersama ICMI agar menghadirkan prim akademi intelektual terhadap pertanian presesi yang berkembang dalam kondisi climate change yang ada," lanjutnya

SYL juga mengungkapkan pihaknya tidak terlalu banyak mengandalkan APBN karena fokus memaksimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian bagi petani yang ingin mengembangkan usahanya.

Sebab layanan KUR bisa diakses secara mudah asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan.

"Saya tidak pernah mengandalkan APBN, tapi yang saya pakai adalah KUR. Saya pakai KUR Rp50 triliun, yang terpakai 55 triliun, yang macet 0,03%. 2021 yang macet 0,6% dan sekarang tinggal 0,05%. Petani itu hebat, mereka jujur dan apa adanya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini