Share

Menteri Basuki ke Anak Muda: Jangan Main HP Lagi Serius Belajar, Bangun Infrastruktur Tak Bisa Andalkan APBN

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718381 menteri-basuki-ke-anak-muda-jangan-main-hp-lagi-serius-belajar-bangun-infrastruktur-tak-bisa-andalkan-apbn-sqJ3cOyMm7.jpg Menteri Basuki (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta pembangunan infrastruktur tidak bisa lagi mengandalkan APBN. Maka itu diperlukan investasi atau skema pembiayaan kreatif (Creative Financing) untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

Menurutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi salah satu gambaran bagaimana pengembangan kota akan mengandalkan uang dari investasi. Sedangkan uang pemerintah menjadi 'sumbu' untuk menarik investor dengan membangun infrastruktur dasar.

"Ini belajar terutama untuk anak muda kita, simpan dulu handphone, dengarkan ini, jangan main handphone lagi, dengarkan ini, serius sebentar untuk belajar, ke depan pembangunan infrastruktur pasti tidak bisa diharapkan dari APBN, kita harus melibatkan investasi," ujar Menteri Basuki dalam sambutannya pada acara Hari Puncak Creative Infrastructure Financing (Creative Day 2022) melalui kanal YouTube PUPR Pembiayaan, Kamis (1/12/2022).

Ke depannya skema pembiayaan kreatif untuk pembangunan infrastruktur menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Sebab jika tidak pembangunan infrastruktur bakal tertinggal dan pemerataan ekonomi bakal terdampak

"Kalau semua pembangunan infrastruktur hanya di harapkan dari APBN, pasti kita akan terlambat, untuk itu creative ini mengajari kita semua untuk mencari pembiayaan infrastruktur di Indonesia," sambungnya.

Menteri Basuki berharap kedepan bisa lebih banyak lagi skema pembiayaan infrastruktur yang menarik agar invetsor mau berinvestasi di sektor infrastruktur.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan dalam rencana pembangunan infrastruktur yang sudah disusun pada tahun 2020-2024 setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp2.058 triliun, sedangkan APBN hanya mampu mendanai sekitar 30% atau setara Rp632 tirliun.

Sehingga kekurangan sisanya Rp1.435 triliun akan dicari melalui skema investasi, KPBU, dan lainnya yang diharapkan bisa menciptakan skema pembayaran yang lebih menarik.

"Anak muda PU harus tahu betul tentang Financing, jangan seperti saya generasi dahulu yang dahulu menggunakan APBN terus, sekarang ini harus ada kreatif financing untuk infrastruktur," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini