Share

Inflasi Turun ke 5,42%, Kemenkeu Waspadai Tekanan Kenaikan Harga di Natal dan Tahun Baru

Michelle Natalia, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718840 inflasi-turun-ke-5-42-kemenkeu-waspadai-tekanan-kenaikan-harga-di-natal-dan-tahun-baru-XbUgAjOmMr.jpg Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Inflasi Indonesia mencapai 5,42% hingga November 2022. Laju inflasi pun menurun dibandingkan Oktober sebesar 5,71%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, melambatnya laju inflasi menunjukkan stabilitas harga domestik yang tetap dapat dijaga di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi. Inflasi November lebih rendah dari prediksi yang dihitung di internal Kemenkeu.

"Ini merupakan hasil positif dari bauran kebijakan pengendalian inflasi, terutama komponen inflasi pangan. Keberhasilan tersebut dicapai melalui koordinasi antar otoritas terkait dalam upaya menjaga daya beli masyarakat yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pemulihan ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Tembus 42,7 Juta Orang hingga Oktober

Dilihat dari komponen pembentuk inflasi, inflasi inti yang merupakan kontributor terbesar masih bergerak stabil pada 3,3% (yoy). Angka ini mencerminkan masih kuatnya daya beli masyarakat ditengah tekanan kenaikan harga.

Tren stabil ini terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran, seperti sandang, perumahan, perlengkapan rumah tangga, informasi dan komunikasi, yang juga mengindikasikan stabilnya inflasi jasa.

Sementara, inflasi pangan bergejolak (volatile food) menurun cukup dalam menjadi 5,7% (yoy) dari yang sebelumnya 7,20% pada bulan oktober. Penurunan ini didukung oleh deflasi harga aneka cabai. Di sisi lain, harga beras masih melanjutkan tren naik meskipun dengan kenaikan yang mulai melandai.

Baca Juga: Inflasi November 2022 Capai 5,42%, Masih Terkendali?

“Sebagai respons terhadap tren kenaikan harga beras, pemerintah melalui Bulog telah memasok beras di pasar lebih banyak di tengah kendala stok karena produksi beras nasional yang menurun. Penguatan stok nasional terus dilakukan melalui koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yaitu dengan menghimpun produksi dari daerah-daerah sentra,” tambah Febrio.

Selain beras, terjadi kenaikan harga tahu-tempe seiring dengan naiknya harga kedelai global dan menipisnya stok dalam negeri. Pemerintah telah melaksanakan impor kedelai untuk menjaga stabilisasi supply domestik. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), untuk memastikan inflasi semakin terkendali.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Inflasi harga diatur pemerintah (administered price) mengalami penurunan minor menjadi 13,0% (yoy) dari sebelumnya 13,28% yoy didorong oleh normalisasi tarif angkutan udara.

Ke depan, Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, dengan mengoptimalkan alokasi APBN dan APBD.

“Penyaluran Belanja Wajib Perlindungan Sosial dan Belanja Tidak Terduga (BTT) terus dipercepat untuk mendukung terkendalinya inflasi daerah. Pemerintah pusat dan daerah terus memonitor harga dan stok pangan, serta ketersediaan armada penerbangan dalam mempersiapkan momen Natal dan Tahun Baru sebagai antisipasi tekanan inflasi menjelang akhir tahun”, tutup Febrio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini