Share

Laba Emiten Salim INDF dan ICBP Menyusut Gegara Rupiah Melemah

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 278 2719352 laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah-JiER4THsLx.jpg Laba emiten Anthony Salim menyusut (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Laba emiten Anthony Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusut di kuartal tiga 2022. Penurunan laba emiten Salim karena adanya selisih kurs.

Laba bersih INDF tergerus 14,11% dari Rp5,40 triliun per September 2021 menjadi Rp4,64 triliun pada akhir kuartal III 2022. Sebaliknya, penjualan neto konsolidasi INDF hingga akhir September 2022 mencapai Rp80,82 triliun, 11,01% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,80 triliun.

Laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 15,95% menjadi Rp14,18 dari sebelumnya Rp12,23 triliun. Meski demikian, kenaikan beban keuangan selama periode sembilan bulan 2022 sebesar 167,08% secara year on year (yoy) membuat laba bersih INDF tergerus. Beban keuangan per akhir September 2022 mencapai Rp5,44 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu Rp2,03 triliun.

Disebutkan, peningkatan beban keuangan terutama dipicu oleh bertambahnya beban yang timbul dari selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan. Nilainya mencapai Rp3,14 triliun atau melesat 2.090% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp143,76 miliar. Penurunan laba bersih juga dialami anak usaha INDF, yakni ICBP yang membukukan laba bersih sebesar Rp3,30 triliun, turun 33,41% secara yoy dibandingkan dengan Rp4,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Perseroan menjelaskan, laba bersih yang turun cukup dalam dipicu oleh membengkaknya rugi selisih kurs. Kenaikan beban pos ini mencapai 1.259% yoy menjadi Rp2,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp197,95 miliar.

Di samping itu, emiten produsen mi instan Indomie ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 14,75% secara yoy dari Rp42,62 triliun menjadi Rp48,91 triliun dalam kurun Januari—September 2022. Kenaikan penjualan itu diikuti dengan kenaikan laba usaha sebesar 8% yoy menjadi Rp9,55 triliun, dari Rp8,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional, sebelum memperhitungkan akun non-recurring dan kurs, turun tipis 0,38% di kisaran Rp5,15 triliun, dibandingkan dengan Rp5,17 triliun pada kurun Januari—September 2021.

Direktur Utama Indofood, Anthoni Salim mengatakan bahwa ICBP akan fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan profitabilitas.

Dia menilai kinerja ICBP tetap positif di tengah perlambatan ekonomi global dan perkembangan biaya yang fluktuatif. “Total nilai penjualan dan laba usaha tumbuh masing-masing 15% dan 8 %di tengah melambatnya perekonomian global dan kondisi berbagai biaya yang fluktuatif. Kami akan terus berupaya menjalankan strategi dengan baik serta beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini