Share

Pertamina dan PLN Tagih Rp500 Triliun ke Sri Mulyani, Buat Apa?

Michelle Natalia, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719169 pertamina-dan-pln-tagih-rp500-triliun-ke-sri-mulyani-buat-apa-TiuUjBpJgG.JPG Sri Mulyani. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kebijakan fiskal di tahun 2022 ini menaikkan lebih dari tiga kali lipat subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM), pada saat harga BBM naik di atas USD100.

"Sekarang ada double, ICP-nya di atas USD100, kursnya juga relatif di atas asumsi APBN yang berada di Rp14.750. Ini menyebabkan kenapa tagihan PLN dan Pertamina ke saya banyak banget, sampai di atas Rp500 triliun," ujar Sri dalam Kompas100 CEO Forum 2022 bertajuk "Membuat Terang di Tahun Menantang: 7 Langkah Menavigasikan Pemulihan 2023" secara virtual di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Dia mengatakan, angka ini untuk menjaga 2 BUMN tersebut tetap berjalan dan masyarakat tetap terjaga daya belinya.

Hal ini karena shock yang terjadi dari luar tidak di-pass through ke masyarakat.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Harap Rp537,2 Triliun Segera Dibelanjakan di Bulan Terakhir 2022

"Nah harga Indonesia Crude Price (ICP) ini tahun depan masih akan kita lihat, dinamikanya luar biasa sekali," ungkap Sri.

 

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mengatakan bahwa pertemuan OPEC, kemungkinan terjadi perangnya akan terus berlangsung atau tidak, kemudian sekarang maneuver dari G7 untuk melakukan price cap terhadap minyak, ini semuanya akan mempengaruhi asumsi harga minyak tahun depan, yang nanti akan menentukan berapa besar ICP itu mempengaruhi harga listrik dan BBM di Indonesia.

Di saat yang sama, pemerintah tetap meneruskan kebijakan mengenai transisi energi menuju energi hijau.

"Jadi dalam kondisi guncangan, kita juga tidak kehilangan visi jangka menengah kita untuk menjadi negara yang akan makin komit terhadap pertumbuhan ekonomi tetapi makin hijau. Nah ini semuanya menggunakan fiscal tools kita, baik dalam bentuk subsidi, kompensasi, insentif terhadap investasi, dan juga dari sisi kemampuan kita untuk membuat kebijakan yang konsisten ke depan," tandas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini