Share

Waspadai Ekspor Paksa, Presiden Jokowi: Ini Barang Punya Kita Kok

Raka Dwi Novianto, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719217 waspadai-ekspor-paksa-presiden-jokowi-ini-barang-punya-kita-kok-DrTxLRfVuE.JPG Presiden Jokowi. (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti terkait eskpor paksa yang dilakukan negara-negara lain terhadap Indonesia.

Ekspor paksa, kata Jokowi, adalah memaksa Indonesia untuk melakukan ekspor khususnya pada bahan mentah.

"Hati-hati. Dulu jaman VOC, zaman kompeni, itu ada yg namanya kerja paksa ada yg namanya tanam paksa. zaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa. Ekspor paksa. Kita dipaksa untuk ekspor. Lho ini barang kita kok," kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).

 BACA JUGA:Jokowi: Pemilu 2024 Diselenggarakan dalam Kondisi Ekonomi Global Penuh Kesuraman

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus membangun sebuah ekosistem besar sehingga negara lain bergantung.

Hal tersebut didukung dengan dimilikinya nikel, tembaga, bauksit hingga timah.

"Memang sudah saya sampaikan kemarin kita kalah (WTO). Tapi apakah kita langsung pengen berhenti saja, oh ndak.

Saya sampaikan kepada menteri banding urusan nikel. Karena ini ceritanya belum rampung kalau kita berhenti," jelasnya.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Ekosistem besar, kata Jokowi dia contohkan seperti negara Taiwan dengan produksi chipnya dan Korea dengan produksi komponen digitalnya.

Kedua hal itu membuat negara-negara maju ketergantungan dengan Taiwan dan Korea.

"Ya ekosistem besar yg kita impikan ini ga akan muncul, seperti chip seperti komponen digital tadi. Ekosistem besar, karena sekali lagi nikel itu kita nomor, reserved kita nomor 1. Timah nomor 2. Bauksit nomor 6, tembaga nomor 7 dunia. Punya semuanya," bebernya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan bahan mentah yang dimiliki akan difokuskan untuk membuat EV baterai.

Serta direncakan akan membeli lithium dari Australia.

"Saya kemarin sudah sampaikan ke PM Albanese, Australia punya lithium, kita boleh beli dong dari Australia. Terbuka silakan. Tapi ternyata dari kita sudah ada yg punya tambang di sana. Ini strategis, bener melakukan intervensi seperti itu. Sehingga ekosistem besar yg ingin kita bangun, jadi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini