Share

7 Fakta 2 Anak Usaha Krakatau Steel Bakal Dibubarkan

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Minggu 04 Desember 2022 03:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719339 7-fakta-2-anak-usaha-krakatau-steel-bakal-dibubarkan-fDmUshpraS.jpg Krakatau Steel (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berencana melikuidasi atau membubarkan dua anak usahanya. Keduanya adalah PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) dan PT Krakatau Engineering.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI.

Berikut fakta-fakta mengenai dua anak usaha krakatau yang bakal dibubarkan dirangkum Okezone, Minggu (4/11/2022).

1. Disebabkan Kinerja Buruk

Silmy mencatat likuidasi dilakukan lantaran kinerja kedua anak usaha itu tidak kunjung membaik.

"Ada dua anak perusahaan, Krakatau Engineering dan MJIS ini memang dalam proses likuidasi sehingga memang kinerjanya tidak baik ya," ungkap Silmy, Rabu, 30 November 2022.

2. Anak Usaha Lainnya Berkinerja Baik

Dalam catatan emiten bersandi saham KRAS itu, di luar MJIS dan Krakatau Engineering, sejumlah anak usaha justru mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif, khususnya pada periode 2021-2022.

"Kinerja anak perusahaan juga terlihat semakin membaik, di mana ada Subholding Sarana Infrastruktur kinerjanya sampai september 2022, EBITDA-nya meningkat dari 56,3 menjadi 60,4, kemudian Subholding Baja Konstruksi kurang lebih sama, kinerja 2021-2022," tutur Silmy.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

3. Terbagi Empat Area Utama

Subholding Sarana Infrastruktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.

4. Anak Usaha Lainnya

Adapun anak usaha KRAS yang bergabung adalah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Terakhir dia mengatakan Subholding Sarana Infrastruktur memiliki pondasi yang kuat secara finansial.

5. Utang Akan Lunas Dalam 17 Tahun

KRAS memproyeksikan kalau utang senilai USD1,7 miliar atau setara Rp26,7 triliun akan lunas dalam jangka waktu 17 tahun kedepannya.

Hal itu diungkap Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim yang menyebut jumlah tersebut merupakan sisa utang, setelah emiten bersandi saham KRAS itu melakukan penandatangan Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2019 lalu.

6. Rp7,5 Triliun Lunas

Silmy mencatat usai dilakukan MRA pihaknya telah melunasi utang senilai USD487 juta atau setara Rp7,5 triliun dari total utang perusahaan sebesar USD2,2 miliar.

"Krakatau Steel telah membayar utang USD487 juta atau kurang lebih Rp7 triliun - Rp8 triliun, tergantung kurs, dan juga membayar bunga tahunan," ungkap Silmy.

7. Membaiknya Kinerja Operasional dan Keuangan

Meski belum melunasi keseluruhan pokok dan bunga utang, lanjut Silmy, emiten baja pelat merah itu bersyukur lantaran kinerja operasional dan keuangan mulai membaik, setelah restrukturisasi keuangan perusahaan.

"Sehingga kita bersyukur proses restrukturisasi dan transformasi meski belum bisa menyelesaikan secara total utang besar, tapi on the right track," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini