Share

Harga Telur Ayam Tembus Rp30.200/Kg, Ini Biang Keroknya

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719488 harga-telur-ayam-tembus-rp30-200-kg-ini-biang-keroknya-CqKw5dRxBB.JPG Telur. (Foto: MPI)

JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan merangkak naik menjelang hari raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Salah satu yang paling mencolok adalah telur ayam ras.

Berdasarkan data harga di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2022), harga telur ayam sudah tembus Rp30.200 per kg atau naik Rp200 dibandingkan hari sebelumnya.

 BACA JUGA:Inflasi November 5,42%, Harga BBM hingga Telur Jadi Biang Kerok

Padahal untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Nataru, Badan Pangan Nasional sudah menetapkan harga acuan penjualan/pembelian (HAP) terhadap telur ayam di tingkat konsumen sebesar Rp27.000 per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, salah satu faktor penyebab kenaikan harga telur adalah kenaikan harga input produksi terutama jagung pakan.

"Maka dari itu, tata kelola jagung nasional harus diperkuat karena berdampak secara signifikan terhadap harga pokok produksi telur dan produk peternakan unggas lainnya, mengingat jagung merupakan salah satu komponen pakan unggas yang banyak digunakan," ujarnya dalam keterangan resmi hari ini.

Lebih lanjut Arief menerangkan, pihaknya telah menyiapkan solusi alternatif untuk meredam harga telur yang terpantau merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. Diantaranya terus meningkatkan Gerakan Pangan Murah melalui kegiatan semacam bazar atau operasi pasar yang menjual komoditas pangan dengan harga terjangkau.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

“Tim kami tengah mengumpulkan data kebutuhan bazar pangan di seluruh Indonesia. Kita akan jadwalkan di seluruh Indonesia bekerjasama dengan Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Asosiasi, dan BUMN,” ucapnya.

Sampai akhir November 2022 lalu, kegiatan Gerakan Pangan Murah tercatat telah dilaksanakan sebanyak 253 kali, di 27 provinsi, dan 82 Kabupaten/Kota, dengan menyalurkan sejumlah total 534 ton komoditas pangan termasuk telur.

Selain itu, NFA juga telah meminta para peternak layer dan pedagang telur untuk membeli dan menjual telur ayam ras sesuai dengan Harga Acuan Penjualan/Pembelian (HAP) yang telah disepakati dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022.

“Melalui surat resmi di pertengahan November kami telah meminta seluruh Asosiasi Peternak, Pedagang, serta sejumlah Koperasi agar mematuhi HAP sesuai Perbadan Nomor 5 Tahun 2022,” terangnya.

Meski demikian, Arief mengaku, masih saja ada oknum pelaku usaha yang berusaha menaikan harga telur di atas HAP yang telah ditetapkan.

Untuk itu, pihaknya telah bekerja sama secara intensif dengan para pelaku usaha serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk memonitor pergerakan harga dan penyesuaian harga telur ini.

“NFA terus berkoordinasi dengan peternak layer besar, peternak mandiri dan Satgas Pangan untuk menyesuaikan harga jual telur di farm gate sesuai HAP,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini