Share

Luhut 'Pede' Indonesia Tetap Kuat meski Dilanda Badai Besar

Heri Purnomo, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719490 luhut-pede-indonesia-tetap-kuat-meski-dilanda-badai-besar-jFExMrQmgI.JPG Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)

JAKARTA - Perekonomian dunia saat ini tengah dilanda badai besar atau perfect strom.

Adapun di tengah badai tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa perekonomian Indonesia masih mampu bertahan di tengah badai tersebut.

Luhut mengungkapkan bahwa ada 4 faktor yang membuat perekonomian Indonesia kuat ditengah adanya badai besar.

"Apa yang membuat ekonomi makro kita kuat? Ada 4 hal. Pertama itu hilirisasi, ini satu faktor yang menentukan dan mempunyai nilai tambah yang signifikan," katanya saat memberikan pidato di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2022, Jumat (2/12/2022).

 BACA JUGA:Luhut Bilang Biaya Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Lebih Murah Dibanding ke Bandung

Di Indonesia, hilirisasi telah dicanangkan sejak tahun 2010 lalu.

Hilirisasi merupakan suatu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang kita miliki.

Dengan adanya hilirisasi, kedepannya komoditas yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi.

Kedua yakni, digitalisasi. Menurut Luhut digitalisasi yang saat ini digencarkan oleh pemerintah dari sektor apapun telah memberikan dampak yang luar biasa. Terutama dalam di sektor UMKM.

 

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, Luhut meminta produk-produk yang berkaitan dengan keperluan TNI untuk masuk ke dalam E-Katalog.

Hal itu untuk mengefiensikan dan mendukung produk dalam negeri.

"Digitalisasi, ini merupakan langkah yang dapat mendorong efiseiensi dari semua lini. Jadi pajak kita itu naik semua bukan datang tiba-tiba dari batu, hal itu karena kinerja umkm domestik, government procurement itu 1.200 triliun," katanya.

Ketiga yakni Dana Desa, Luhut mengatakan dengan diberikannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelanggraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Dana desa dalam 7 tahun terakhir ini hampir Rp500 triliun. Di mana 740 ribu desa itu semua dapat uang rata-rata berkisar 1 miliar rupiah dan itu membuat perputaran ekonomi di daerah," katanya.

Kemudian yang terakhir adalah, harga berbagai komoditas.

Luhut mengatakan bahwa beberapa komoditas di Indonesia juga menjadi kunci ketahanan perekonomian Indonesia.

Namun, dikarenakan harga komoditas itu bersifat fluktuatif maka harga komoditas tidak menjadi komponen utama dalam pertahanan ekonomi Indonesia.

"Komoditas bahan baku itu sudah nomor empat dan tidak jadi nomor satu lagi karena harga komoditas itu fluktuatif," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini