Share

Investor Minati IKN, Pembangunan Ibu Kota Baru Ciptakan Pemerataan Ekonomi

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719527 investor-minati-ikn-pembangunan-ibu-kota-baru-ciptakan-pemerataan-ekonomi-HjxYOUdjjO.jfif Proyek Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dinilai akan membuka banyak peluang bisnis, menciptakan pemerataan dan memperkuat inklusivitas ekonomi nasional.

Pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka area-area dan menampung minat investor.

Presiden Jokowi mengarahkan jajarannya untuk menampung tingginya minat investor berinvestasi di IKN pasca jajak pasar.

Jokowi memberikan arahan agar area-area di IKN dibuka lagi untuk menampung minat para investor yang tidak tertampung di wilayah 1A. Wilayah 1A adalah wilayah tempat Istana Kepresidenan dan sejumlah kementerian nanti berlokasi.

Baca Juga: Tawarkan Investasi IKN ke Malaysia, Menteri Basuki: Kami Beri Karpet Merah untuk Sahabat Indonesia

“Sekarang kita buka lagi 1B dan 1C istilahnya. Jadi total daerah dari KIPP atau Kawasan Inti Pusat Pemerintahan itu akan kita langsung buka untuk para investor yang berminat,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara pada 28 November 2022.

Menurut Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur sebagai upaya menciptakan pemerataan pembangunan. IKN Nusantara secara geografis berada di tengah-tengah negeri kepulauan ini, bisa bermakna kemauan kuat menciptakan keadilan bagi seluruh wilayah.

“Pemindahan ibu kota adalah inisiatif yang sangat penting, memastikan pembangunan berjalan merata, serta upaya mengikis ketimpangan sehingga pembangunan berjalan inklusif. Tentunya akan banyak tercipta peluang bisnis, termasuk adanya arahan dari Presiden Jokowi untuk menampung minat investasi,” kata John.

Baca Juga: Keren! Ada Mobil Terbang di IKN pada 2024

Respons positif atas pemindahan ibu kota negara dengan pembangunan di IKN Nusantara sebelumnya juga disampaikan John saat dirinya menjadi salah satu pembicara pada ajang Nikkei Global Management Forum di Tokyo, Jepang.

Menurut John, selain memiliki geografis yang strategis bagi Indonesia, wilayah Kalimantan dilingkupi berbagai sektor strategis untuk perekonomian nasional. IKN disangga berbagai pusat pertambangan, perkebunan, serta industri lainnya.

Pemerintah juga tidak hanya membuka peluang investasi di wilayah KIPP saja, melainkan juga di area lainnya. Sejumlah wilayah tersebut antara lain wilayah pariwisata, pusat finansial dan ekonomi, wilayah pendidikan, hingga wilayah kesehatan.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Kehadiran IKN, tegas John, bakal lebih mengembangkan wilayah Kalimantan dan sekitarnya. Seiring aktivitas perekonomian yang akan terpacu serta peningkatan populasi, maka kebutuhan berbagai sarana, prasarana, dan layanan publik juga ikut meningkat.

“Untuk mendukung kesuksesan proyek itu, kami akan mendukung dengan berbagai kemampuan kami, entah itu pembangunan rumah sakit atau penguatan sektor kesehatan, serta bisa juga ke arah sektor pendidikan. Kami ingin mengambil bagian dan berkontribusi, serta siap mewujudkan harapan bagi ibu kota baru itu” kata John.

John juga mengulas proyeksi perekonomian Indonesia ke depan. Menurutnya, Indonesia masih sangat prospektif bagi investasi dan pengembangan pasar ke depan, terlebih lagi penetrasi digital akan melipatgandakan volume pasar serta transaksi.

“Indonesia masih menjadi motor ASEAN yang merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia. Kami memiliki populasi dan usia produktif yang melimpah,” tegasnya.

Meskipun kini perusahaan digital tengah ditekuk tren rontoknya likuiditas dan aliran investasi, bagi John, potensi Indonesia masih sangat besar bagi berbagai usaha rintisan. Dia menilai pasar akan menyeleksi entitas yang kompetitif dan relevan bagi masyarakat. “Tetap prospektif bagi perusahaan digital, Indonesia menjanjikan penetrasi internet yang cepat, hingga potensi pasar cukup besar,” katanya.

Di lain sisi, terdapat beberapa sektor yang disebut John merupakan sasaran investasi yang empuk dalam beberapa waktu ke depan, seperti di sektor keuangan dan transisi energi terutama terkait energi terbarukan dan kendaraan listrik.

Untuk itu, John menegaskan bahwa Lippo Group siap menjalankan strategi kemitraan ataupun berinvestasi secara langsung. “Yang jelas, kami selalu menjalankan misi untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia. Itulah yang kami harap dilakukan dalam 10 tahun ke depan,” kata John.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini