Share

Sri Mulyani Ungkap Bahaya jika APBN Sakit

Michelle Natalia, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719583 sri-mulyani-ungkap-bahaya-jika-apbn-sakit-CNXVfVnsXd.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan APBN harus sehat. Layaknya orang berusaha atau bekerja, APBN tidak boleh sampai jatuh sakit.

APBN sebagai instrumen yang diandalkan sebagai instrumen negara dan perekonomian tidak boleh sampai jatuh sakit.

Baca Juga: Sri Mulyani Harap Rp537,2 Triliun Segera Dibelanjakan di Bulan Terakhir 2022

"APBN jangan sampai sakit, karena dia menimbulkan efek penularannya jelek," ujar Sri dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2022 di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Dia mencontohkan, negara-negara yang APBN-nya sakit. Misalnya Sri Lanka, yang negaranya dinyatakan bangkrut karena kesalahan pengelolaan ekonomi. Kemudian kasus yang paling terbaru adalah Inggris, yang melakukan kesalahan dalam posisi fiskalnya.

Baca Juga: Belanja APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Paling Besar

"Waktu APBN-nya dianggap tidak sehat, maka seluruh perekonomian akan terganggu. Ini yang kita sebutkan pada saat mengandalkan APBN untuk bekerja sebagai fiscal policy, dia harus menjaga kesehatannya," ungkap Sri.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menjelaskan, seperti misalnya pada waktu pandemi, andaikata jalan-jalan tol dan infrastruktur pendukung lainnya belum diselesaikan, maka masyarakat mungkin tidak bisa terbang, naik kereta api, atau bahkan naik mobil. Dengan adanya tol, sebenarnya pemulihan ekonomi sangat terbantu, karena di saat masyarakat tidak bisa menggunakan atau mengakses transportasi umum karena pandemi, mereka tetap bisa pergi dengan kendaraan pribadi.

"Pada saat itu kita memberikan insentif agar penjualan mobil yang jatuh juga bisa dipulihkan kembali. Itu yang kita sebut APBN fleksibel, karena situasi bergerak dan berubah cepat dan tantangan masyarakat juga berubah sangat cepat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini