Share

Kisah Penjual Permen Karet Bisa Bangun Swalayan hingga Raup Cuan Fantastis

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 455 2719244 kisah-penjual-permen-karet-bisa-bangun-swalayan-hingga-raup-cuan-fantastis-pBNByDA7ci.JPG Pendiri Lotte Mart, Shin Kyuk Ho. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kisah pendiri swalayan besar Lotte Mart asal Korea yang sangat menginspirasi bisa menjadi contoh untuk pebisnis pemula.

Berdasarkan catatan Okezone, (2/12/2022), pendiri Lotte Mart bernama Shin Kyuk Ho yang merupakan pria kelahiran 3 November 1921 itu sejak kecil sudah memiliki ketertarikan pada dunia bisnis.

Adapun pada 1941, Shin Kyuk Ho pergi merantau ke Jepang untuk belajar teknik kimia di Universitas Waseda.

 BACA JUGA:Cara Bangun Bisnis Sukses dari Hary Tanoe

Satu tahun setelah perantauannya, Shin Kyuk Ho memutuskan untuk membangun pabrik penanak nasi dengan modal pinjaman sebesar 60.000 yen.

Di mana saat itu Jepang tengah memasuki fase kekalahannya dari sekutu, sehingga Shin Kyuk Ho harus merelakan pabriknya ikut hancur diledakkan oleh bom udara pasukan sekutu.

Hal itu pun membuat usahanya terkubur.

Sebelum mendirikan Lotter, dia menjajaki banyak bidang bisnis seperti misalnya produksi krim wajah.

Sayangnya, usaha itu pun juga tidak berjalan mulus.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dari situ, dia baru mendirikan Lotte dengan bisnis awal menjual permen karet pada 1948.

Berawal dari bisnis permen karetnya lah, Lotte bisa terus berkembang menjadi perusahaan multinasional yang besar.

Lotte pun terus berkembang, hingga pada 1963 sudah memiliki 3.000 pegawai.

Di mana perkembangan tersebut mendorong Shin Kyuk Ho untuk merambah ke ranah bisnis lainnya seperti cokelat, konveksi, hingga properti

Setelah sukses besarm Shin Kyuk Ho memutuskan kembali ke negara asalnya yakni Korea Selatann pada 1966 dan bergabung dengan aliansi pebisnis Korea lainnya untuk menjalin kerja sama dalam rangka membangkitkan kembali ekonomi negaranya pasca perang.

Kesuksesan Lotte itu, akhirnya berhasil membuat dia dan keluarga dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 136 di dunia vesi majalah Forbes 2006.

Lalu tiga tahun setelahnya, dia naik peringkat menjadi orang terkaya di dunia nomor 38.

Bahkan, Lotte pun dinobatkan sebagai perusahaan terbesar ke-5 di Korea Selatan.

Kini Lotte Group membawahi kurang lebih 95 anak usaha yang mencakup berbagai bidang, mulaii dari toko ritel, taman hiburan, properti, konveksi dan makanan

Namun, Shin Kyuk Ho telah tutup usia pada 19 Januari 2020 di umur ke 98 tahun.

Untuk kekayaan yang dia miliki ingga akhir hayatnya, sebesar 270,5 miliar won pada 2016 atau setara Rp3,45 triliun.

Meski begitu, seluruh lini bisnis Lotte pun masih beroperasi dengan baik dan masih diminati pasar hingga saat ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini