Share

Ekonomi RI Bangkit, Bisnis Hotel Kini Tersenyum Lagi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 470 2719517 ekonomi-ri-bangkit-bisnis-hotel-kini-tersenyum-lagi-wg4sjyspVT.JPG Hotel. (Foto: MPI)

MALANG - Tingkat okupansi hotel di Kota Malang berangsur-angsur membaik selama tahun 2022.

Bahkan hingga November 2022 lalu tercatat okupansi sudah di atas 50%, yang menjadikan lebih baik dibanding tahun 2020 dan 2021 sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menuturkan, tingginya okupansi perhotelan di Kota Malang ditunjang banyaknya kegiatan - kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Selain itu banyaknya kegiatan lain di Kota Malang juga mendukung tingkat okupansi hotel selama tahun 2022

 BACA JUGA:Erick Thohir Tunjuk Christine Hutabarat Jadi Dirut Hotel Indonesia Natour

"Keseluruhan di 2022 tingkat okupansi cukup tinggi, di Kota Malang bisa mencapai 70 - 80%, 70 persenan rata-rata. Ditunjang oleh kegiatan MICE yang cukup banyak cukup tinggi, jadi rapat-rapat, wedding, pertemuan-pertemuan, kayak pemerintah maupun swasta, maupun masyarakat itu tinggi sekali di Tahun 2022," ucap Agoes Basoeki, dikonfirmasi MPI, pada Jumat (2/12/2022).

Mayoritas tamu - tamu hotel disebut Agoes didominasi oleh wisatawan lokal.

Namun dia bersyukur sejumlah wisatawan mancanegara mulai berdatangan ke Malang, meski belum dalam jumlah yang banyak.

"Okupansi memang bagus, wisatawannya dominan wisatawan nusantara, luar pulau sudah ada, kalau luar negeri belum banyak, tapi sudah ada, di bawah 10 persen sekitar itu," jelasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Tak ayal mulai meningkatnya okupansi hotel sepanjang 2022 hingga November kemarin menjadi momen kebangkitan dunia perhotelan di Kota Malang di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tetapi sejumlah hotel masih belum berani memasarkan harga sesuai pasaran, atau masih memberlakukan promo.

"Bangkit tingkat hunian, tetapi untuk rate harga masih belum, tarif - tarifnya masih diskon diskon, harga pandemi. Tapi keseluruhan rata-rata yang jadi anggota PHRI sudah mencapai target," kata dia.

Saat ini terpenting bagi Agoes perputaran ekonomi lebih dahulu jalan agar pelaku-pelaku perhotelan bisa survive, dengan mengandalkan wisatawan nusantara.

"Ternyata perputaran ekonominya nggak kalah. Walaupun Nusantara tapi banyak duitnya. Bahkan orang-orang nusantara itu lebih konsumtif," bebernya.

Di sisi lain, General Manager Whiz Prime Hotel Basuki Rahmad Malang Aziz Sismono mengakui kebangkitan dunia perhotelan di Kota Malang.

Di hotelnya saja sejak Januari hingga November 2022 okupansi telah berada di angka 60%. Jumlah ini jauh dibandingkan tahun 2021 lalu yang masih di angka 40% hingga akhir tahun.

"2021 karena memang puncak-puncaknya pandemi okupansi kita hanya 40-an persen, dari Januari sampai akhir tahun di 2020, 2021, 2022 (okupansi hotel) 60 persenan, tertinggi di November, tapi rata-rata dari Januari sampai closing November di 60 persenan," ucap Aziz.

Menurutnya, tingginya okupansi hotel disebabkan banyaknya kegiatan sejak awal tahun hingga November kemarin. Bahkan di November kemarin kegiatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Perowonas) membuat 155 kamar di hotelnya terisi 80%.

"Banyaknya kegiatan mulai rapat, wedding, dan lain-lain itu yang buat naik, kita puncaknya bulan November kemarin, karena ada event Perowonas juga," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini