Share

IHSG Cenderung Sideways, Investor Diminta Wait and See

Anggie Ariesta, MNC Portal · Minggu 04 Desember 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 04 278 2720268 ihsg-cenderung-sideways-investor-diminta-wait-and-see-RB1l5s5kd2.jpg Prediksi IHSG Pekan Depan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diprediksi terus sideways imbas beberapa sentimen. Di pekan sebelumnya, IHSG mengalami tekanan 0,48% di level 7.019.

Financial Educator dan Technical Analyst Sucor Sekuritas Philip Jeremy mengatakan, pasca-melemahnya IHSG pekan lalu, indeks mungkin bergerak menguji resistennya.

"IHSG kita lihat pergerakannya relatif cukup sideways, kemungkinan besar minggu depan kita memperhatikan ada sedikit peningkatan," ujar Philip dikutip Minggu (4/12/2022).

Baca Juga: Asing Net Sell Rp1,6 Triliun, Berikut 10 Saham yang Paling Banyak Dijual

Menurutnya, sebelum terlihat menguji support, selanjutnya IHSG ada potensi menguji resisten lagi ke 7.100. Jika ditanya apakah akan menembus 7.100? investor diminta wait and see untuk perdagangan minggu depan.

Sentimen lain adalah window dressing yang memungkinkan IHSG berpotensi breakout dari area level 7.100. Adapun potensi breakout ke level 7.300, yang secara teknikal sekaligus 'goal' sampai akhir tahun.

Baca Juga: IHSG Diperkirakan Balik Menguat Pekan Depan, Berikut 4 Rekomendasi Sahamnya

"Sepanjang window dressing ini biasanya saham-saham LQ45 atau Kompas100 yang memiliki fundamental yang bagus dan kalau kita perhatikan secara earnings juga di kuartal IV hopefully akan meningkat yang akan mempercantik laporan keuangan dan menarik untuk para investor," jelas Philip.

Sedangkan Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, selama sepekan, IHSG masih didominasi oleh sentimen global, di antaranya kebijakan moneter The Fed yang nampaknya masih cenderung agresif hingga 2024. Sedangkan dari dalam negeri datang dari emiten GOTO.

“Kemudian dari sektor IHSG, dimana IDX Techno memperberat laju indeks dan kita ketahui bersama dipimpin oleh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang beberapa hari ini auto rejection bawah (ARB),” kata Herditya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Saham emiten merger dua raksasa eks-startup tersebut selalu ditutup ARB sejak penguncian dibuka. Antrean di batas bawah juga terpantau ramai, dengan di satu titik total antrean jual mencapai Rp3,4 triliun sehingga pekan ini GOTO melemah 28,65%.

Oleh karena itu, sektor teknologi melemah lebih dari 10% pekan lalu, dengan transaksi di saham GOTO naik 5 kali lipat pekan ini menjadi Rp6,35 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini