Share

Imbas Erupsi Gunung Semeru, Airnav Terbitkan Peringatan Penerbangan di Bandara Juanda dan Abdurahman Saleh

Ikhsan Permana, MNC Portal · Minggu 04 Desember 2022 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 04 320 2720414 imbas-erupsi-gunung-semeru-airnav-terbitkan-peringatan-penerbangan-di-bandara-juanda-dan-abdurahman-saleh-tUyMlmgzOA.jpg Gunung Semeru Erupsi. (Foto: Okezone.com/BNPB).

JAKARTA - Imbas erupsi Gunung Semeru, Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Nasional (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengeluarkan peringatan Ashtam atau Notam untuk wilayah terdampak. Di antaranya, Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandara Abdurahman Saleh, Malang

"Telah dikeluarkan peringatan Ashtam nomor VAWR3537 untuk wilayah yang terdampak erupsi," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi dalam keterangan resminya, Minggu (4/12/2022).

Baca Juga: Jepang Waspadai Kemungkinan Ancaman Tsunami Akibat Erupsi Gunung Semeru

Rosedi menyebut, pihaknya menerima laporan kejadian erupsi Gunung Semeru pada Minggu dini hari pukul 02.46 WIB. Laporan yang diterima berupa informasi erupsi yang disertai awan panas guguran mencapai 1.500 meter di atas puncak. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah gempa letusan selama periode 02.46 hingga 06.00 WIB.

"Berdasarkan hasil koordinasi dan pemeriksaan sementara di lokasi tersebut, kondisi personel, bangunan, dan fasilitas navigasi penerbangan dalam kondisi aman, termasuk runway untuk aktifitas take-off/landing pesawat," jelasnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Ribuan Warga Mulai Mengungsi

Rosedi juga menyampaikan, saat ini operasional penerbangan dan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Juanda dan Abdurrahman Saleh berjalan normal.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Personel cabang Surabaya dan Malang terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya kemungkinan lain erupsi, terlebih, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup sering diguncang erupsi dan gempa letusan awan panas," tututrnya.

Rosedi juga memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait update kondisi di lapangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini