Share

Harga Telur Ayam Naik Tembus Rp33.000/Kg, Pedagang: Suplai Turun akibat Gempa Cianjur

Antara, Jurnalis · Senin 05 Desember 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 320 2720661 harga-telur-ayam-naik-tembus-rp33-000-kg-pedagang-suplai-turun-akibat-gempa-cianjur-Ag62yikV6U.jpg Harga telur ayam naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga telur ayam naik tembus Rp33.000 per kg di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Harga telur ayam terus mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) diakibatkan sejumlah faktor.

Distributor telur ayam dari PT Amalia Bintang Al Jupri mengatakan mahalnya telur karena permintaan dari masyarakat makin tinggi. Peningkatan permintaan ini biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Harga telur ayam saat ini sudah naik 25% dari semula Rp28.000 per kilogram menjadi Rp33.000 setiap kilogram. Kenaikan harga komoditas ini diprediksi akan terus terjadi hingga pertengahan Desember 2022.

Distributor asal Kampung Utan Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung itu mengaku selain permintaan yang tinggi, faktor cuaca serta bencana alam di Kabupaten Cianjur turut mempengaruhi kenaikan harga jual telur ayam di pasaran.

"Akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, suplai telur ayam turun drastis. Hal itu mengingat Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah pemasok telur ayam," katanya dilansir dari Antara, Senin (12/5/2022).

Akibat kenaikan harga itu, agen distributor miliknya saat ini hanya mampu menjual separuh dari total penjualan harian normal yakni 15 ton telur ayam.

Kenaikan harga telur ayam juga dirasakan para pedagang kecil atau pengecer. Salah satunya Aksa (48) yang mengaku terbebani tingginya harga telur ayam. Kenaikan harga yang terjadi saat ini berpengaruh terhadap penurunan daya beli masyarakat.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Omzet penjualan turun drastis karena harga telur yang semakin tinggi. Saya belanja ke agen untuk dijual lagi ke warung. Dari agen saja paling murah Rp30-32 ribu per kilogram, ini terasa berat, konsumen berkurang karena jadi enggan membeli," katanya.

Aksa khawatir kenaikan harga tersebut akan terus terjadi hingga menjelang Nataru terlebih berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tren kenaikan harga terus berlangsung hingga menjelang pergantian tahun bahkan kadang berlanjut hingga awal tahun depan.

"Biasanya belanja modal beli telur Rp24 ribu sekilo sekarang sudah Rp30an ribu. Semoga pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga agar jualan saya kembali ramai dan daya beli masyarakat juga kembali stabil," katanya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Gatot Purnomo memastikan pemerintah daerah melakukan intervensi pasar untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan termasuk telur ayam.

"Sesuai instruksi Bupati untuk mencegah inflasi juga, kami segera sidak pasar guna menstabilkan kembali harga komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan," katanya.

Pihaknya juga akan menggelar operasi pasar murah untuk menekan kenaikan harga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kenaikan harga pangan tersebut.

"Melalui operasi pasar murah nanti diharapkan daya beli masyarakat kembali stabil dan kenaikan harga bahan pangan dapat ditekan hingga normal kembali," kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini