Share

Terbitkan Rupiah Digital Proyek Garuda, Ini Alasan BI

Michelle Natalia, MNC Portal · Senin 05 Desember 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 320 2720663 terbitkan-rupiah-digital-proyek-garuda-ini-alasan-bi-9tBAfc1z6C.JPG Rupiah. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan soal alasan khusus di balik penerbitan rupiah digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa ada tiga alasan penting di balik itu.

"Satu, karena BI adalah satu-satunya lembaga negara sesuai undang-undang yang berwenang mengeluarkan digital currency sebagai alat pembayaran digital yang sah, yaitu digital rupiah," ujar Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA : Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital secara virtual di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Perry mengatakan bahwa alat pembayaran digital lainnya selain rupiah digital tidak sah.

 BACA JUGA:Upaya Bank Indonesia Turunkan Inflasi ke Target Awal

Alasan kedua, karena BI ingin melayani masyarakat.

"BI ingin melayani masyarakat karena sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas. Ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran berbasis rekening seperti menggunakan kartu, tetapi anak-anak kita, kawan-kawan kita, 60% milenial di BI, di Indonesia juga sekitar 60% didominasi milennial, apalagi anak-anak cucu kita, mereka anak-anak kita itu memerlukan alat pembayaran digital yang sah," paparnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Sehingga, BI sebagai satu-satunya bank sentral di Indonesia melayani masyarakat yang membutuhkan tiga jenis alat pembayaran sah tersebut.

"Alasan ketiga, karena digitalisasi mata uang bisa digunakan untuk kerja sama internasional. Maka dari itu, BI bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, dengan bank-bank sentral lain mengembangkan Central Bank Digital Currency. Di G20 kemarin kita sudah sepakati, pilihan-pilihan dan desainnya CBDC itu seperti apa, bagian mana dari CBDC untuk inklusi keuangan, khususnya bagi kalangan millennial, dan juga bagaimana CBDC itu bekerja sama secara cross border/lintas batas," ungkap Perry.

Adapun alasan BI mengeluarkan CBDC yang disebut digital rupiah adalah agar Indonesia tetap bisa menjalankan kerja sama internasional.

Karena ke depannya, ada konversi atau exchange rate digital rupiah dengan digital dolar, digital euro, hingga sigital Malaysia ringgit.

"Itu yang terus kita kembangkan," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini