Share

Bapanas Pastikan Stok Pangan Cukup untuk Nataru, Pasokan Beras Capai 68 Hari

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 05 Desember 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 320 2720919 bapanas-pastikan-stok-pangan-cukup-untuk-nataru-pasokan-beras-capai-68-hari-Qlnn4GjFMH.jpg Bapanas Pastik Stok Pangan untuk Natal dan Tahun Baru Cukup. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras, jagung, bawang merah, cabai hingga minyak goreng tersedia hingga akhir tahun ini. Masyarakat pun diimbau tidak perlu cemas kekurangan stok untuk memenuhi kebutuhan guna merayakan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan hal tersebut setelah melihat hasil prognosa neraca pangan nasional periode Januari sampai dengan Desember 2022.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Stok BBM di Akhir Tahun Aman?

"Berdasarkan prognosa neraca pangan periode Januari-Desember, kita pastikan ketersediaan cukup," ujar Arief dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Deerah, Senin (5/12/2022).

Untuk stok beras, Arief mengatakan bahwa hingga akhir Desember 2022 mencapai 6,96 juta ton dengan ketahan stok mencapai 68 hari. Berikutnya jagung, berada di 3,21 juta ton dengan ketahan stok 73 hari.

Baca Juga: Jelang Natal, Kemenhub Cek Persiapan Terminal, Pelabuhan hingga Kapal untuk Keselamatan Penumpang

Selanjutnya untuk bawang merah berada di 92.838 ton dengan ketahanan stok 32 hari. Lalu untuk minyak goreng berada 831.490 liter dengan ketahan stok mencapai 78 hari.

Sementara itu, terkait komoditas kedelai, bawang putih, gula konsumsi, dan daging lembu hingga saat ini masih bergantung pada impor.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sebab stok komoditas tersebut ketahanannya masih terbilang sedikit. Contohnya seperti kedelai hanya tersedia 58.708 ton dengan ketahanan stok hanya tujuh hari. Oleh karena itu, perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satunya percepatan impor.

"Untuk produk dikasih segitiga merah memang itu produk yang ketergantungan pada impor ini kita percepat impornya sehingga neracanya bisa positif bisa sampai akhir tahun," tutur Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini